DPUPR Kota Batu Siaga Total, Instruksikan 3T

Bencana longsor yang sering terjadi di Kota Batu
Sumber :
  • BPBD Kota Batu

Batu, VIVA – Hujan deras yang terus mengguyur Kota Batu beberapa hari ini membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu bersiaga penuh. 

img_title DLH Kota Batu Asah Kapasitas Pengelola TPS3R, Siapkan Operasional Rumah Kompos 2026

Kepala DPUPR Alfi Nurhidayat menginstruksikan seluruh jajarannya untuk siap siaga 24 jam menghadapi potensi banjir, longsor, hingga pohon tumbang di berbagai titik rawan.

“Semua jajaran wajib Taktis, Tanggap, dan Tuntas (3T). Pastikan kehadiran kita di tengah masyarakat bersama OPD dan instansi lain,” katanya, Senin, 26 Oktober 2025.

img_title Wali Kota Batu: Pahlawan Tak Berebut Jabatan, Tapi Mengabdi untuk Bangsa

Alfi mengarahkan Bidang Pengairan untuk membuka seluruh pintu air saat hujan lebat agar aliran tidak tertahan dan sampah tidak menumpuk.

“Petugas lapangan harus siaga di lokasi. Jangan menunggu perintah baru bergerak,” ujarnya.

img_title KPK Soroti Mekanisme Pokir DPRD Batu

Sementara Bidang Bina Marga diminta memastikan seluruh alat berat seperti excavator, loader, dan dump truck dalam kondisi siap pakai, termasuk bahan bakar.

“Begitu ada perintah, semua harus langsung turun ke lapangan,” katanya.

Untuk Bidang Tata Ruang dan PJU, Alfi memerintahkan pengecekan menyeluruh.

“Tidak boleh ada PJU yang mati. Saat bencana, penerangan itu vital. Pohon mati atau rawan tumbang segera ditebang atau dirempes,” katanya.

Selain itu, tim sekretariatan juga diminta aktif memantau laporan warga di media sosial.

“Pantau semua platform, tanggapi cepat, dan dukung tim lapangan," katanya.

Alfi menegaskan bahwa seluruh jajaran DPUPR harus bergerak cepat dan kompak.

“Semua harus satu gerakan. Jika ada hal mendesak, langsung koordinasikan. Jangan tunda. Kita hadir untuk masyarakat,” tuturnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data BPBD Kota Batu, ada beberapa wilayah rawan longsor dan banjir. Daerah rawan longsor mencakup enam desa di Kecamatan Bumiaji serta empat desa di Kecamatan Batu, termasuk Jalan Trunojoyo, Kelurahan Songgokerto.

Sementara daerah rawan banjir antara lain Desa Sumberbrantas dan Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. Drainase yang tidak mampu menampung debit air sering menyebabkan luapan lumpur. Kawasan Cangar juga diwaspadai karena rawan kebakaran hutan saat musim kemarau.