Progres Proyek Jalan Ceweng–Kalianyar Jombang Capai 51 Persen

Pekerjaan peningkatan ruas jalan Ceweng-Kalianyar
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Proyek peningkatan ruas Jalan CewengKalianyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan positif.

img_title 3 Pasar di Jombang Masih Sepi Pedagang, Bupati Belum Punya Langkah Kongkrit

Hingga pertengahan Agustus 2025, progres fisik sudah mencapai 51 persen, jauh di atas target rencana sebesar 33 persen. Dengan capaian tersebut, terdapat surplus 17 persen dari rencana awal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR Jombang), Bayu Pancoroadi, menegaskan capaian ini menjadi bukti bahwa pengerjaan proyek berjalan sesuai rencana, bahkan lebih cepat dari jadwal.

img_title Diterjang Hujan dan Angin, Bangunan Pagar SDN di Jombang Ambruk

“Tidak bisa dikatakan terlambat, justru melebihi target. Saat ini pekerjaan meliputi pemadatan TPJ, pemasangan u-ditch, hingga pelebaran jembatan,” katanya, Rabu, 20 Agustus 2025.

Bayu menjelaskan, proyek peningkatan Jalan Ceweng–Kalianyar Jombang dikerjakan oleh CV Rinjani, perusahaan asal Desa Godong, Kecamatan Gudo. "Berdasarkan kontrak, nilai proyek mencapai Rp 4,14 miliar dengan waktu pelaksanaan hingga Oktober 2025," ujarnya.

img_title Baveti Jombang Resmi Terbentuk, Siap Memasyarakatkan Olahraga Tenis di Kota Santri

Dengan capaian surplus 17 persen, Pemkab Jombang optimistis pembangunan dapat selesai tepat waktu, bahkan berpotensi lebih cepat dari jadwal.

Ia mengaku peningkatan ruas jalan ini menjadi salah satu proyek prioritas Pemerintah Kabupaten Jombang, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial.

“Kalau proyek ini rampung, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Jalan lebih lebar, lebih aman, drainase tertata dengan pemasangan u-ditch, termasuk pelebaran jembatan agar arus lalu lintas tidak terhambat,” tutur Bayu.

Dengan progres yang terus melampaui target, Pemkab Jombang berharap tidak ada kendala dalam penyelesaiannya. “Jika sesuai rencana, warga sudah bisa menikmati infrastruktur baru pada akhir tahun 2025,” kata Bayu.