Pemkot Batu Percantik 11 Titik Pedestrian bagi Pejalan Kaki

Ilustrasi pedestrian di Kota Batu
Sumber :
  • VIVA Malang (Galih Rakasiwi)

Batu, VIVA – Pemerintah Kota Batu terus mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan warga dan wisatawan. Tahun 2025, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggarap proyek pembangunan jalur pedestrian di 11 titik strategis.

img_title Batu Kembangkan Sentra Bibit Hortikultura Unggul di Sumber Brantas

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Batu, Eko Setyawan, mengungkapkan bahwa pengukuran lapangan telah dilakukan di seluruh lokasi pekerjaan. Rata-rata masa pengerjaan setiap titik memakan waktu 120 hari, dengan target rampung pada akhir November 2025. 

"Namun apabila terjadi keterlambatan, penyelesaian paling lambat akan dilakukan awal Desember, mengingat jadwal di tiap lokasi berbeda," katanya, Senin 11 Agustus 2025.

img_title Pameran Perumahan Perdana di Kota Batu, 30 Pengembang Tampil di Graha Pancasila

Eko menjelaskan, dimensi jalur pedestrian akan menyesuaikan kondisi eksisting di lapangan. Beberapa ruas jalan akan dilebarkan untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pejalan kaki. 

"Seperti, di depan SMPN 3 Batu akan dilakukan pekerjaan khusus menutup aliran sungai, sehingga area pedestrian bisa diperluas dan dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelajar atau orang tua yang antar jemput anaknya sehingga tidak membahayakan maupun lalin macet," katanya.

img_title Usulan Pemkot Batu pada Kementerian, Fly Over Embung, hingga Jalan Tembus Sukorejo

Proyek pembangunan pedestrian tersebut tersebar di sejumlah titik, di antaranya Jalan Trunojoyo dengan pagu anggaran Rp 2,5 miliar, Jalan Brantas Rp 2,4 miliar, Jalan Gajah Mada Rp 800 juta, Jalan Dewi Sartika Rp 2,5 miliar, Jalan Sultan Agung Rp 4 miliar, serta pembangunan pedestrian sekaligus jembatan di SMPN 3 Beji dengan pagu terbesar mencapai Rp 5 miliar. 

Selain itu, jalur di Jalan Agus Salim mulai dari SMAN 1 Batu hingga Perempatan Sini Sono menghabiskan anggaran Rp 1,6 miliar, pedestrian di sisi timur Alun-Alun Batu Rp 650 juta, Jalan Pattimura Rp 1,5 miliar, Jalan Abdul Gani Rp 2,3 miliar, dan pembangunan lanjutan pedestrian Jalan Hasan Halim sebesar Rp 1 miliar.

Sementara, Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan langkah strategis dalam penataan kota sekaligus pemenuhan hak pejalan kaki. Ia menilai jalur pedestrian bukan hanya fasilitas penunjang, tetapi bagian penting dari wajah kota yang akan memengaruhi kesan pengunjung.

“Pedestrian bukan sekadar jalur, tetapi elemen vital dari identitas kota. Kami ingin seluruh sudut Kota Batu tertata rapi, indah, dan ramah bagi siapa saja, baik warga maupun wisatawan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title