DPRD Jombang Tanggapi Keluhan Penjahit soal Ongkos Jahit Seragam Sekolah

Gedung DPRD Jombang.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Komisi D DPRD Jombang, Jawa Timur merespons keluhan sejumlah penjahit terkait rendahnya ongkos jahit dalam program pengadaan seragam sekolah gratis. 

img_title Pengurukan Lahan BPP Perak Jombang Dimulai, Dishub Matangkan Relokasi Terminal Barang

Para wakil rakyat meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera memberikan klarifikasi terkait permasalahan tersebut.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, Erna Kuswati, menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait keluhan tersebut, namun akan segera melakukan klarifikasi.

img_title 3 Pasar di Jombang Masih Sepi Pedagang, Bupati Belum Punya Langkah Kongkrit

“Kami belum mendapat informasi detail mengenai keluhan para penjahit. Untuk itu, kami akan segera mengklarifikasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Erna, Kamis, 3 Juli 2025.

Erna menambahkan, sebelumnya Komisi D sudah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan dinas terkait, namun, hingga kini pihaknya belum menerima rincian anggaran pengadaan seragam. Tahapan pengadaan sudah hampir selesai, dan tahun ajaran baru juga sudah semakin dekat.

img_title Diterjang Hujan dan Angin, Bangunan Pagar SDN di Jombang Ambruk

“Kami baru mengetahui anggaran secara global. Untuk rincian tiap item, termasuk ongkos jahit, kami belum menerima laporan,” ujarnya 

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, sistem pengadaan seragam sekolah gratis dilakukan melalui e-katalog dan kemudian disubkontrakkan kepada para penjahit lokal di masing-masing kecamatan.

“Pengadaan melalui e-katalog dan selanjutnya dibagi ke penjahit lokal. Kami ingin memastikan apakah ongkos jahit dipotong karena pajak atau alasan lainnya,” tuturnya.

Terkait jadwal distribusi seragam sekolah gratis 2025 di Kabupaten Jombang, Erna menyebut bahwa pembagian semestinya dilakukan maksimal pada Agustus. 

Namun, informasi terbaru menyebutkan pembagian baru akan dilakukan pada September.

“Kami mewanti-wanti jangan sampai terjadi keterlambatan pembagian seragam kepada siswa baru. Idealnya, sebelum tahun ajaran baru dimulai, seragam sudah dibagikan,” katanya.

Selain itu DPRD Jombang menegaskan akan terus mengawal proses ini agar program seragam gratis benar-benar bermanfaat bagi peserta didik dan tidak merugikan pihak penjahit lokal.

Seperti diberitakan sebelumnya, penjahit program kain seragam gratis yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur, mengeluh.

Mereka mengeluhkan besaran ongkos jahit yang diberikan oleh Pemkab Jombang, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang.

Pasalnya harga pagu ongkos jahit yang tertera dalam sistem e-katalog, berbeda dengan informasi yang mereka dapat di lapangan. Jika dalam e-katalog pagu untuk ongkos jahit seragam SD, dibandrol Rp100 ribu rupiah per siswa para penjahit mengaku mendapat bayaran hanya sebesar Rp85 ribu. 

Halaman Selanjutnya
img_title