Panderman Gravity Park Downhill 2025 Bakal Diikuti Pembalap Dalam dan Luar Negeri
- Imagine Visual
Batu, VIVA – Ajang balap sepeda ekstrem bertajuk Panderman Gravity Park Downhill 2025 siap digelar di Kota Batu pada 9 hingga 11 Mei 2025. Event ini merupakan ajang race bersertifikat C2 yang diperkirakan bakal menyedot perhatian para penggemar olahraga downhill.
Tahun ini, sebanyak 14 kelas akan dipertandingkan. Mulai dari kategori pemula hingga pebalap profesional. Kelas-kelas tersebut antara lain Men Elite, Men Junior, Women Elite, Master Expert A, Master Expert B, Men Sport A, Men Sport B, Master A, Master B, Master C, Master D, Master E, Men Youth, dan Women Open.
Keberagaman kategori menjadi bukti bahwa ajang tersebut inklusif untuk berbagai usia dan level kemampuan. Total hadiah yang diperebutkan juga sangat menggiurkan, mencapai ratusan juta rupiah.
Tentu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembalap, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Hingga sekarang tercatat sudah 217 pembalap yang mendaftarkan diri. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, luar Pulau Jawa, hingga dari negara tetangga seperti Singapura.
Sirkuit Panderman Gravity Park sendiri menawarkan tantangan baru yang menarik bagi para peserta. Salah satu bagian trek yang disebut 'Trek Menthok' menjadi sorotan karena baru dibangun dan menawarkan tantangan serta sensasi baru bagi para pembalap.
Hildan Afosma Katana, pebalap downhill asal Kota Batu, menyambut positif penyelenggaraan event ini. Menurut peraih medali emas Sea Games 2013 tersebut pasti bisa menjadi wadah bagi para atlet serta memunculkan bibit-bibit unggul dari seluruh Indonesia.
"Lebih dari itu, balapan tersebut bisa menjadi bagian dari sport tourism seperti yang sedang digencarkan oleh Pemkot Batu,” ujarnya, Selasa 6 Mei 2025.
Hal senada disampaikan pebalap lainnya, Andien Rahmadani. Ia menilai trek di Panderman Gravity Park sangat aman dan menyenangkan, terutama bagi para penghobi downhill.
“Selain aman dan fun, beberapa bagian trek juga menyajikan tantangan yang seru, seperti belokan-belokan dan drop atau turunan yang benar-benar menguji adrenalin,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengapresiasi penuh event yang berlangsung di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu. Ia menilai, selain memajukan dunia olahraga ekstrem, ajang downhill juga mendukung kemajuan sektor pariwisata di Kota Batu.