Penjelasan Futsal Kota Malang Usai Viral Pemain Tendang Lawan saat Selebrasi Sujud

Tangkapan layar instagram
Sumber :
  • Instagram @media.ntara

Malang – Beredar video pemain futsal Kota Malang menendang kepala pemain Kabupaten Blitar saat selebrasi sujud. Hal tersebut menjadi viral di media sosial. Insiden ini terjadi pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur atau Porprov Jatim 2023 beberapa waktu lalu. 

img_title Pementasan Ludruk 'Genaro Ngalam' Semakin Heboh Karena Dihadiri Pak Mbois

Dilansir dari akun Instagram @media.ntara, Selasa 19 September 2023. Ketika pemain futsal Kabupaten Blitar merayakan kemenangan dan melakukan selebrasi sujud syukur.

Namun secara tiba-tiba salah satu pemain Kota Malang melakukan tindakan tidak terpuji dengan menendang kepala saat sedang sujud. Atas kejadian itu, wasit langsung memberikan hadiah kartu merah.

img_title Koni Batu Gaspol Evaluasi Porprov, Siapkan Regenerasi Atlet Menuju 2027

"Ngeri!! Pertandingan futsal antara Kota Malang vs Kab.Blitar di Porprov Jatim 2023 viral di media sosial." tulis keterangan akun tersebut.

"Pada saat tim dari Kab.Blitar melakukan selebrasi sujud, pemain dari tim Kota Malang menendang keras di kepala pemain Blitar yang berakhir dengan kartu merah," lanjut keterangan akun tersebut.

img_title Bantu Permodalan, Mekaarpreneur Dorong UMKM Jatim Naik Kelas

Dalam insiden ini Kabupaten Blitar berhasil menumbangkan Kota Malang dengan skor telak 5-0 serta memastikan melangkah ke Semifinal dalam Cabang Olahraga Futsal Porprov Jatim 2023 yang digelar di Fatkhi Futsal Center Sidoarjo.

Ketua Asosiasi Futsal Kota (AFK) PSSI Kota Malang, Bagus Irmawanto mengatakan bahwa penyebab pemain Kota Malang tersulut emosi hingga menendang lawan karena sejak awal Kota Malang merasa dicurangi. 

"Kami itu merasa dicurangi mulai match pertama sampai terakhir. Match pertama kami sujud dan dipukuli, baku hantam, saya pisah masih tetap kena sanksi," kata Bagus saat dikonfirmasi, Selasa, 19 September 2023. 

Bagus menuturkan bahwa sejak laga awal hingga melaju ke babak 8 besar tim Kota Malang terus dikerjai oleh wasit. Bahkan, disetiap laga tim Kota Malang mudah diberi kartu oleh wasit, hingga akhirnya tim Futsal Kota Malang kehabisan pemain karena akumulasi. 

"Jadi di 8 besar itu pemain kami kena akumulasi kartu 4, 1 cidera setelah dipukul bahu (pemain kami) lepas. Jadi yang absen 5. Kami merasa dicurangi. Akhirnya dengan pemain pas pasan, kena kartu merah 2, kecapekan lah (pemain). Emosinya labil. Kemudian pihak lawan memprovokasi kami dengan selebrasi berlebihan hingga akhirnya terjadi itu," ujar Bagus. 

Halaman Selanjutnya
img_title