Melihat Budidaya Lobster Air Tawar di Jombang

Ali Zubaidi saat menunjukkan lobster hasil budidayanya
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA Lobster air tawar memiliki warna biru yang cerah disertai bentuk tubuh yang terlihat kekar dan anggun menjadikan daya tarik tersendiri bagi setiap orang untuk menarik memeliharanya.

Hari Ke 2 Lebaran di Jombang, Antrian Kendaraan Mengular hingga 12 Kilometer

Penampilannya yang cantik, membuat sebagian orang menjadikan lobster sebagai hiasan di akuarium. Tak sedikit pula yang membudidaya lobster untuk dikonsumsi lantaran manfaat dan rasa gurih yang tidak jauh berbeda dengan lobster air laut.

Ditemui di rumahnya, Ali Zubaidi (34 tahun) menceritakan awal membudidayakan lobster air tawar. Dia mengaku tingginya rasa ingin tahu dan kegigihannya untuk terus belajar, membuatnya berhasil membangun budidaya lobster sejak 2 tahun lalu.

Hari H Lebaran Hingga Kini, Segini Jumlah Kendaraan yang Melintas Tol Jombang

Dengan memanfaatkan halaman belakang rumahnya, Ali mulai membangun beberapa kolam pembiakan lobster. Di sampingnya, terdapat belasan bak tempat induk lobster mengerami telur-telur calon burayak (bibit lobster).

Sirkulasi air dan sistem pembersihan kolam diaturnya sedemikian rupa sehingga membuat lobster-lobsternya nyaman dan bisa beradaptasi. Begitu pula dengan suhu ruangan yang dijaga ketat menggunakan atap supaya cahaya matahari tak banyak masuk ke rumah budidaya rancangannya.

Perpadi Jombang Dukung BULOG Serap Gabah Petani Sesuai HPP

Ali mengatakan, jauh sebelum mencoba berkonsentrasi pada pembenihan, dirinya memulai usahanya dengan menjual lobster sebagai lobster konsumsi.

Seiring waktu, Ali mulai merasa peluang budi daya lobster air tawar ini semakin baik karena tren permintaan untuk konsumsi meningkat. Ia pun mulai melakukan pembesaran lobster air tawar di kolam-kolam yang ia miliki.

"Jadi saya mencoba melakukan pembenihan hingga budidaya pertumbuhan lobster," kata Ali, Kamis 22 Februari 2024.

Ali menjelaskan untuk membudidaya lobster mulai dari pembibitan hingga pertumbuhan pembesaran. Tahap Pertama yaitu Pemisahan, jenis kelamin Lobster air tawar mulai dapat diketahui setelah usianya 3 hingga 4 bulan dan berukuran 3 inchi.

"Lobster jantan memiliki bercak merah pada capit luarnya dan terdapat cetakan alat kelamin di pangkal kaki ketiga dari bawah," ujarnya.

Sedangkan lobster betina terlihat mempunyai lubang alat kelamin pada pangkal kaki dari ekornya dan tidak ada bercak merah dicapit luarnya.

"Proses perkawinan pada lobster air tawar dimulai dari jantan yang akan mengeluarkan sperma dan menaruhnya di pangkal kaki lobster betina," tuturnya.

Kemudian, sambung Ali lobster betina akan melepaskan induk telur dan terjadilah proses pembuahan alami.

"Selanjutnya lobster betina akan menyimpan telur tersebut di perutnya, telur baru menempel sempurna di kaki lobster betina," katanya.

Setelah minggu ke 2 sampai minggu ke 3 dan segeralah memindahkan lobster betina ini ke kolam penetasan yang berukuran 1 x 2 meter.

"Kedua tahap penetasan telur, pada minggu ke 2 semenjak proses pembuahan bentuk telur masih terlihat bulat, pada minggu ke 3 telur memiliki bintik hitam yang merupakan embrio lobster," ujarnya.

Kemudian Minggu ke 4 bagian tubuh lobster mulai tumbuh. Barulah pada minggu ke 5 anakkan lobster lepas dari induknya dan mencari makanan sendiri.

"Ketiga tahap pemeliharaan anakan, jenis pakan yang dapat diberikan setelah proses penetasan telur yaitu makanan tinggi protein. Pakan diberikan 2 x sehari dengan takaran 25 persen saat pagi dan 75 persen saat sore hari," tuturnya.

Keempat tahap pemanenan, Lobster bisa dipanen setelah ukurannya mencapai 3 hingga 5 centimeter biasanya permintaan lobster dengan ukuran tersebut berasal dari para petani yang ingin membudidayakan lobster air tawar secara mandiri.

"Sementara permintaan pasar untuk pasar konsumsi bobot yang diharapkan berkisar 100 hingga 300 gram harganya agak semakin meningkat seiring dengan semakin besarnya ukuran lobster tersebut," katanya.