Koleksi Musik Presiden, Dipamerkan di Museum Islam Indonesia Hasyim Asy'ari Jombang
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Sejumlah koleksi musik yang sering diputar presiden Republik Indonesia (RI), dipamerkan di Museum Islam Indonesia Hasyim Asy'ari (Minha) Jombang, Jawa Timur.
Beragam jenis musik, yang kerap diputar oleh presiden Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu disajikan oleh museum keliling koleksi kepresidenan.
Kegiatan ini di mulai pada hari Senin 21 Agustus hingga hari Minggu 27 Agustus nanti, dengan mengusung tema 'Alunan Musik Presiden'.
KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin menjelaskan, pameran koleksi musik presiden yang dilakukan oleh museum keliling koleksi kepresidenan itu, merupakan salah satu hal yang penting.
"Penting sekali ya, kita menghidupkan museum-museum itu untuk tempat anak-anak kita, untuk memberikan gambaran sejarah yang ada di Indonesia, karena sejarah itu sangat penting," ujar Gus Kikin, Senin 21 Agustus 2023.
Ia menyebut Presiden Soekarno pernah menyampaikan, wejangan agar masyarakat di Indonesia tidak melupakan sejarah.
"Bung Karno pernah mengatakan, Jas Merah, jangan sampai melupakan sejarah. Karena sejarah itulah yang bisa dijadikan rujukan, kita ke masa depan. Apa yang akan kita lakukan," kata Gus Kikin.
"Dulu banyak prestasi, banyak pahlawan-pahlawan, di Indonesia ini. Kemudian kita pelajari itu, dan jadi rujukan untuk kita, terus melaju menuju Indonesia maju," tuturnya.
Ia berharap kedepannya museum-museum yang ada agar lebih dilengkapi. Dengan rincian detail konteks yang terkandung pada momen-momen sejarah yang penting. Sehingga pengunjung bisa mengerti dan memahami nilai sejarah dalam peristiwa itu.
"Hampir semua museum itu dilengkapi lagi. Tidak hanya, menceritakan sejarah-sejarah, dengan teks-teks yang ada. Tetapi juga harus kemudian diberikan konteksnya apa. Jadi perjalanan sejarah itu lebih jelas bagi bangsa Indonesia ini," kata Gus Kikin.
"Sehingga masih banyak yang harus dikerjakan semuanya termasuk museum-museum yang ada di Indonesia ini juga," ujarnya.
Ia mengaku, jenis musik yang suka dimainkan oleh presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah musik yang tergolong berat, seperti musik klasik.
"Gus Dur itu selera musiknya, musik yang berat, ya musik klasik ya itu namanya, tapi memang beliaunya seneng dengan banyak musik, musik pop juga seneng, tapi kalau yang menikmati itu ya musik klasik itu. Dan hampir dzuriyahnya memiliki jiwa seni," tuturnya.
Sementara itu, Pustanto koordinator museum dan galeri cagar budaya kementerian pendidikan dan kebudayaan menjelaskan, bahwa pameran musik ini merupakan publikasi dari kebaikan yang berasal dari sosok presiden.
"Ini salah satu sisi, di sela-sela kehidupan sehari-hari dari presiden. Dan mengapa kita sampaikan ke publik, ya karena presiden itu juga manusia biasa, diluar dia (presiden) memiliki prestasi sebagai presiden," kata Pustanto.
Ia mengaku, dengan adanya pameran ini, diharapkan masyarakat mampu mengetahui bila presiden juga memiliki musik favorit. Dimana musik ini juga membangun karakter seorang presiden.
"Presiden itu juga punya kesenangan juga, dan iij ini baru dari sisi musik. Nanti kita akan cari terus untuk melengkapi jalan panjang hidup prestasi presiden yang sampai pada akhirnya kita akui sebagai tokoh penting dalam berbangsa dan bernegara," tuturnya.
Ia menyebut musik termasuk salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia, yang cukup penting. Dan musik dari masing-masing daerah asal presiden juga mempengaruhi pribadi seorang presiden.
"Musik salah satunya, kan pembentukan karakter itu tentunya dari orang tua, lingkungan sekitarnya, dan mungkin dari sekolah. Termasuk musik di daerah masing-masing presiden semasa kecilnya," katanya.
Ia pun menyebut, dalam pameran ini nantinya akan ada program permainan tradisional, yang akan dipamerkan pada para pengunjung.
"Program dalam museum keliling ini ada juga permainan tradisional yang nanti bisa disampaikan pada anak-anak kita, untuk dicoba, di era yang serba digital ini," ujarnya.
Ia mengaku program museum keliling koleksi kepresidenan ini masih perdana dan digelar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Namun tidak menutup kemungkinan nantinya kegiatan ini akan diadakan keliling sesuai daerah asal Presiden RI.
"Ini pertama kalinya. Kita ini masih permisi dulu mas, kalau misalnya nanti SBY bisa juga ke Pacitan, terus Habibie mungkin bisa ke Parepare, dan termasuk yang lain, karena wakil presiden kita juga banyak," tuturnya.
Perlu diketahui, dalam pameran ini, para pengunjung bisa mendengarkan secara langsung musik, yang disukai oleh presiden. Mulai dari presiden Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono.