Anggrek Langka Jadi Primadona di Batu Shining Orchids Week 2025
- VIVA Malang / Galih Rakasiwi
Batu, VIVA – Keindahan bunga anggrek kembali memikat para pecinta tanaman hias dalam ajang Batu Shining Orchids Week 2025, yang digelar di Balai Kota Among Tani pada 3 hingga 12 Oktober 2025. Namun, bukan sekadar keindahan warna dan bentuk, koleksi anggrek langka menjadi daya tarik utama yang diburu para pengunjung tahun ini.
Sejak hari pertama pembukaan pameran, kawasan Balai Kota Among Tani sudah dipadati para penggemar dan kolektor anggrek dari berbagai daerah. Salah satunya Agus S, warga Desa Gunungsari, yang tak pernah absen datang tiap tahun hanya demi mencari jenis anggrek unik.
“Setiap tahun saya ke sini nyari anggrek aneh yang bentuknya beda dan langka. Tahun ini banyak koleksi baru yang belum pernah saya lihat,” ujar Agus, sembari menunjukkan tanaman mini berwarna ungu kehitaman yang menjadi incarannya.
Pameran nasional bertema “Growing Together” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-24 Kota Batu. Gelaran ke-8 Batu Shining Orchids Week resmi dibuka pada Minggu, 5 Oktober 2025 malam oleh Wali Kota Batu, Nurochman. Dia menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar pameran bunga.
“Melalui Batu Shining Orchids Week, kita tidak hanya menampilkan keindahan anggrek, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas dalam memajukan pertanian serta pariwisata,” kata Nurochman.
Ia mengungkapkan, keberlanjutan acara ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Batu membangun ekosistem florikultura nasional. Tahun depan, pihaknya berencana menggelar East Java Orchid Show (EJOS) sebagai langkah lanjutan memperkuat posisi Kota Batu sebagai pusat florikultura di Indonesia.
Lebih jauh, Pemkot Batu tengah menyiapkan pembangunan Batu Botanical Garden, yang akan menjadi pusat penelitian, pameran, dan pelatihan anggrek dalam skala besar. Taman botani tersebut juga diharapkan menjadi wadah konservasi bagi jenis-jenis anggrek langka endemik Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Batu siap menjadi tuan rumah ajang florikultura internasional. Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat akan menjadikan Batu pusat anggrek Indonesia,” tutur Nurochman.
Ajang tahun ini menghadirkan 72 stan bursa yang menampilkan anggrek unggulan, perlengkapan budidaya, hingga produk hortikultura terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Selain pameran, pengunjung juga disuguhi lomba anggrek nasional, lomba desain taman anggrek (orchid landscape), hingga gathering DPD Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) se-Indonesia.