Ada Pameran dan Bursa Barang Antik di Kota Batu, Simak Jadwalnya!
- Viva Malang/Galih Rakasiwi
Batu, VIVA – Geliatkan ekonomi lokal, Among Tani Foundation (ATF) menggelar Bursa Lawasan Seri 2 mulai 1 Agustus hingga 8 Agustus 2023.
Pameran digelar di kantor ATF Jalan Hasanudin 22, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu terlihat beragam barang antik seperti meja, kursi, keramik, lukisan, jam, alat musik, lemari, dan lainnya yang berusia puluhan hingga ratusan tahun.
Suasana itu membuat para pengunjung seolah kembali ke masa silam. Seperti gramaphone yang dibuat tahun 1880-an, lalu lemari Wonderfull era Belanda dan sebagainya.
Ketua Yayasan ATF, Nurbani Yusuf berharap event ini bisa menjadi wadah penghobi, penjual, dan kolektor barang antik untuk bertukar pendapat serta bertransaksi sehingga bisa menggerakkan perekonomian.
"Apalagi Kota Batu merupakan kota wisata yang banyak dikunjungi banyak orang dari luar daerah. Selain itu bisa menjadi ruang khusus bagi penyuka barang antik, karena bila ada ruang tentu bisa jadi tempat transaksi dan membuka peluang ekonomi kreatif," katanya, Selasa, 1 Agustus 2023.
Sementara itu, Ketua Panitia Bursa Lawasan Seri 2, Rohmat Handoko menjelaskan dalam event diikuti oleh 15 anggota Paguyuban Antikan Kota Batu.
"Tujuan event ini kami ingin memperkenalkan bahwa barang antik itu selain memiliki sejarah juga memiliki harga. Sehingga bisa mengajak masyarakat Kota Batu mencintai produk-produk masa lalu kemudian merawatnya agar bisa mendapatkan pemasukan ekonomi," katanya.
Lanjut Rohmat, harga pun dijamin sangat kompetitif dan bisa negoisasi, berkisar mulai Rp50 ribu hingga Rp40 juta tergantung jenis barang, kelangkaan, dan lama barang tersebut dibuat.
"Semakin jarang ada dan semakin lama dibuat tentu memiliki harga mahal. Seperti kursi dokter gigi era Belanda yang dijual pemiliknya Rp17 juta, lalu Gebyok Gapura dengan harga Rp40 juta," tuturnya.
Disinggung target perputaran uang? Rohmat tidak menargetkan muluk-muluk dirinya hanya ingin balik modal. Sebab tujuan utama yaitu ingin mengenalkan ke masyarakat.
"Gak ada target keuntungan, sudah diwadahi seperti sama ATF kami sudah sangat bersyukur. Mungkin balik modal saja sudah cukup," tuturnya.