Melebihi Batas Kontrak, Pembangunan Proyek Gedung IGD RSUD Ploso Masih Berjalan
- VIVA Malang (Elok Apriyanto/Jombang)
Jombang, VIVA – Proyek pembangunan instalasi gawat darurat (IGD) lantai dua dan tiga pada RSUD Ploso, Jombang Jawa Timur, sudah berakhir masa kontraknya.
Meski sudah berakhir, aktifitas pekerjaan pada proyek senilai Rp4,9 miliar ini masih terus berlangsung, padahal seharusnya selesai pada akhir November lalu.
Kondisi saat ini para pekerja masih sibuk memasang Alumunium Composite Panel (ACP), pada bagian luar sisi barat dan depan gedung IGD. Terlihat 3 orang pekerja sibuk memasang ACP.
Pejabat pembuat komitmen (PPK) RSUD Ploso, Saean Efendi membenarkan bila pengerjaan proyek dari anggaran DBHCHT itu masih belum selesai hingga melebihi batas kontrak.
"Pekerjaan tinggal sedikit-sedikit," kata Saean, Jumat 20 Desember 2024.
Saat ditanya progres pekerjaan itu, ia mengatakan bahwa progres pekerjaan sudah mencapai 98 persen.
"Insya Allah tanggal 22 Desember ini bisa selesai," ujarnya.
Ia pun menegaskan bahwa, karena mengalami keterlambatan pekerjaan. Pihak kontraktor dikenakan denda keterlambatan sesuai dengan kontrak yakni 1/1.000 dari nilai kontrak.
"Ya sudah diberlakukan denda," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Proyek pembangunan Gedung IGD RSUD Ploso Jombang hingga kini masih molor.
Namun yang juga jadi sorotan, adalah adanya indikasi proyek IGD RSUD Ploso Jombang ini dikerjakan oleh pihak kedua. Molornya proyek gedung IGD RSUD Ploso Jombang yang menggunakan sumber anggaran dari dana DBHCHT itu, juga dinilai berhubungan dengan pekerjaannya yang tak dibangun pemenang proyek sendiri.
"Pekerjaannya sekarang sudah dikerjakan sendiri sama yang menang lelang (CV yang beralamat di jalan nomor 4 Puhun Pintu Kabun, Kota Bukit Tinggi Sumatera Barat)," kata M, salah satu sumber yang namanya enggan dipublikasikan.