Tempat Pengopenan Kopra di Jombang Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah
- VIVA Malang / Elok Apriyanto (Jombang)
Malang, VIVA – Tempat usaha pengopenan kopra atau daging buah kelapa yang dikeringkan, di Desa Brambang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terbakar pada Jumat 29 Maret 2024.
Akibat peristiwa itu, Sobirin (40 tahun) pemilik usaha pengopenan kopra tersebut, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Kapolsek Diwek, AKP Dwi Basuki Nugroho menjelaskan peristiwa kebakaran tempat usaha itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Dimana sebelumnya para pekerja di tempat itu sedang melakukan pengopenan kopra.
"Semula pada pukul 17.00 WIB, para pekerja ini sedang saat melakukan pengasapan kelapa untuk bahan baku kopra," kata Basuki.
Lantaran para pekerja ini sedang menjalankan ibadah puasa, pada pukul 17.40 WIB, para pekerja pulang untuk berbuka puasa.
"Pas jam buka puasa ini, para pekerja meninggalkan lokasi pengasapan untuk membatalkan puasanya. Saat ditinggalkan kondisi api masih menyala," ujarnya.
Setelah berbuka puasa, para pekerja kembali ke lokasi pengopenan, dan diketahui bahwa api sudah membakar tempat usaha tersebut.
"Saat pekerja ini kembali pada pukul 18.00 WIB, didapati api sudah membesar dan membakar tumpukan kopra," tuturnya.
Mengetahui hal tersebut, pekerja akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek dan petugas pemadam kebakaran (damkar) Jombang.
Sementara itu, Dwi Santoso petugas Damkar Jombang mengaku mendapat laporan dari warga terkait kebakaran tempat usaha pengopenan kopra di Diwek ini.
"Kami dapat laporan jam 18.16 WIB, ada kebakaran tempat usaha. Dan kita langsung ke lokasi ternyata ada kebakaran tempat pengopenan kopra," kata Dwi.
Lantaran banyak mengandung minyak, Dwi menyebut proses pemadaman yang dilakukan petugas membutuhkan banyak waktu dan air.
"Kesulitannya karena mengandung minyak, sehingga membutuhkan air hingga tiga tangki," ujarnya.
Meski demikian peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa. Namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
"Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir sekitar Rp20 juta," tuturnya.