Efek Tanah Gerak, Geoteknologi Sarankan Wilayah Brau Bebas dari Permukiman

Tanah gerak di Dusun Brau, Desa Gunungsari.
Sumber :
  • Viva Malang/Galih Rakasiwi

Beberapa lahan persawahan mengalami retak, SD SMPN Satu Atap mengalami beberapa keretakan, 10 rumah mengalami tembok atau retak kisaran 10 sampai 18 sentimeter, jalan aspal mengalami ambles sekitar 20 hingga 30 sentimeter. 

Salah satu warga, Siti Kholifah (32 tahun) menyampaikan, bahwa rumahnya terjadi keretakan hampir setiap tahun. Saat ini, keretakan tanah dapat dilihat di ruang dapur dan ruang makan rumahnya.  

Dia merasa sudah tidak khawatir terhadap bencana yang lebih besar bisa saja menimpanya, karena sudah merasa terbiasa. 

"Retaknya sedikit demi sedikit, setiap tahun kurang lebih 1 hingga 1,5 sentimeter. Enggak ada bunyi, tahu-tahu retak lebar tidak terasa. Dibenerin pernah tapi tetap aja seperti itu," tuturnya.