Pelaku Balap Liar Di Jombang Kocar-kacir hingga Tercebur ke Sawah Saat Dirazia Polisi

Pelaku balap liar di Kabupaten Jombang terjaring razia.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Seperti tidak ada efek jera. Sejumlah pemuda yang datang dari luar Kabupaten Jombang, Jawa Timur, rutin melakukan aksi balap liar di Jalan Raya Bypass Mojoagung, pada Sabtu, 2 Maret 2024, dini hari.

Karena aksi balap liar tersebut meresahkan masyarakat sekitar. Aparat dari Kepolisian setempat langsung melakukan razia.

Sontak, puluhan pemuda yang melakukan aksi balap liar itu, lari tunggang-langgang menghindari petugas dari Polsek Mojoagung

Tak hanya itu, sejumlah pemuda yang kabur menghindari petugas, sampai terjebur ke sawah yang ada di sekitar lokasi balap liar.

"Balap liar itu memang sering terjadi di sini (bypass Mojoagung). Seperti Sabtu dini hari tadi, dan semalam itu dirazia sama polisi, sampai ada yang nyebur ke sawah," kata Roful (47 tahun) warga setempat.

Tak hanya menyebur ke sawah, pemuda yang kebanyakan dari luar Jombang, khususnya Mojoagung itu juga nekat melawan arah dan membahayakan nyawa pengguna jalan lainnya.

"Ada juga yang ngelawan arus, itu kan memang benar-benar meresahkan masyarakat di situ," ujarnya.

Ia pun sendiri mengaku heran dengan tingkah laku para pemuda tersebut, lantaran mereka sepertinya tak memiliki rasa takut, mengingat petugas sudah kerap kali melakukan razia.

"Sudah sering dirazia, tapi ya gitu gak ada kapok-kapoknya. Saya juga heran. Padahal tiap kali ada balap liar, mesti ada razia itu sampai ada yang terperosok dan digiring motornya ke Polsek Mojoagung," tuturnya.

Warga menyebut para remaja yang tertangkap melakukan aksi balap liar, digiring ke Polsek Mojoagung jalan kaki. Di Mapolsek Mojoagung dilakukan penindakan oleh petugas.

"Semalam langsung digiring ke Polsek Mojoagung, dan sepeda mereka biasanya ditahan terus ditilang mungkin," kata Roful.

Ia pun berharap agar aparat kepolisian tak pernah jenuh untuk melakukan razia, hingga balap liar yang meresahkan masyarakat sekitar, bisa tiada.

"Ya harapannya bisa ditertibkan terus lah balap liar ini. Dan biar ada efek jera, razia sebaiknya dilakukan secara gabungan melibatkan beberapa elemen lainnya, baik TNI, maupun dari pemerintah dan Polres. Karena balap liar ini sangat meresahkan masyarakat," ujarnya.