Gawat, Ada Ribuan Kasus Stunting di Jombang

Kepala DPPKB PPPA Jombang, dr Pudji Umbaran.
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

"Dari 400 ribu KK, itu di tahun 2022, angka kita cukup tinggi, sampai 22 persen KK yang berpotensi stunting," katanya.

Untuk mengatasi kondisi ini, nantinya pendamping dari DPPKB-PPPA kabupaten Jombang, akan melakukan pendampingan dan sosialisasi di Desa.

"Kami coba memaksimalkan pendampingan oleh penyuluh KB untuk memaksimalkan kegiatan keluarga kampung berkualitas. Dan kalau ngomong kampung keluarga berkualitas itu nanti aksi langsungnya ada di Desa," tuturnya.

Ia berharap nantinya para pendamping ini bisa bersinergi dengan pihak Desa. "Nantinya akan ada sinergitas dari pemerintah, dunia usaha dan partisipasi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr Budi Nugroho mengatakan untuk penanganan stunting di Jombang ini anggarannya mencapai miliaran rupiah dan berada di dinas.

"Anggarannya ada di dua Dinas di Dinas Kesehatan dan Dinas DPPKB-PPPA. Untuk menangani stunting," kata Budi.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk Dinkes Jombang memiliki tugas untuk penanganan stunting secara langsung.