Hari ini 44 CJH Jombang Berangkat ke Tanah Suci dari Surabaya
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang – Sedikitnya ada 44 orang calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang bakal berangkat ke tanah suci pada Sabtu, 10 Juni 2023.
Puluhan CJH ini, akan berangkat dari Pendopo Kabupaten Jombang, pada pukul 18.00 WIB, ke asrama haji Surabaya. Untuk, selanjutnya berangkat ke tanah suci.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Muhajir menjelaskan, 44 orang CJH ini akan bergabung dalam CJH asal Lumajang, yang berangkat pada kloter 49.
"Jemaah dari kabupaten satu rombongan sejumlah 44 orang, untuk mengisi open sit, yang di kloter 49. Jadi jemaah haji Jombang bergabung dengan jemaah haji Kabupaten Lumajang," ujar Muhajir.
Lebih lanjut ia menjelaskan 44 orang CJH akan dilepas oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab dari Pendopo kabupaten Jombang, sekitar pukul 18.00 WIB nanti.
"Dilepas dari Pendopo jam 18.00 WIB, karena harus sudah masuk asrama haji Surabaya jam 21.00 WIB. Dan kami dari kemenag akan mengantar dan mengawal sampai nanti masuk di asrama haji Surabaya, dan bahkan sampai pemberangkatan ke tanah suci," katanya.
Dan untuk para CJH yang akan berangkat ke tanah suci, pihaknya meminta agar para jamaah benar-benar menjaga kesehatan, dan bila diperlukan para jamaah membawa vitamin, untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.
"Untuk seluruh jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci, diharapkan jaga kesehatan, selanjutnya perbanyak konsumsi air mineral, kemudian siapkan vitamin-vitamin yang dibutuhkan ketika menghadapi cuaca seperti saat ini (esktrim), agar jemaah haji bisa mengikuti kegiatan ibadah haji di tanah suci dengan maksimal," tuturnya.
Selain itu, pihaknya menjelaskan untuk jadwal CJH asal Kabupaten Jombang, yang masuk dalam kloter 77, 78, dan 79 akan berangkat sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
"Kloter 77, 78, dan 79, akan berangkat pada tanggal 20 Juni," katanya.
Dan perkembangan saat ini, sebagian koper para CJH sudah mulai berdatangan di kantor Kemenag.
"Koper sudah datang, meski belum semuanya. Kita juga terus koordinasi dengan dinas kesehatan, karena ketika jamaah diberangkatkan, juga harus sudah dilaporkan ke dinas untuk diterbitkan kartu kesehatan jamaah haji," katanya.