Dindik Pastikan Pembangunan Sirkuit BMX Tahun Ini, Anggarkan Rp1,6 Miliar

Minim fasilitas atlet sepeda Kota Batu berlatih ke luar daerah
Sumber :
  • VIVA Malang / Galih Rakasiwi

Batu, VIVA â€“ Pemerintah Kota Batu memastikan pembangunan sirkuit BMX di Kelurahan Songgokerto akan direalisasikan tahun 2025 dengan nilai Rp 1,6 miliar sebagai bagian dari upaya mendukung pembinaan atlet balap sepeda di Kota Batu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori, menegaskan bahwa pembangunan sirkuit tersebut akan segera direalisasikan.

"Target kami, sirkuit BMX kita bangun tahun ini, anggarannya Rp 1,6 miliar. Kendala kemarin kami masih melakukan pemetaan lahan di Songgokerto. Karena nanti lahan di sana sebagian diperuntukkan untuk fasilitas olah raga lain, dan kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH)," katanya, Rabu, 26 Maret 2025.

Ia menjelaskan, sirkuit yang akan dibangun nantinya berstandar nasional. Hal itu disebabkan keterbatasan luas lahan yang belum mencukupi jika harus mengikuti standar internasional. Terkait kemungkinan sirkuit menjadi venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025, M Chori belum dapat memastikan. 

"Yang terpenting bagi Pemkot memastikan proyek bisa terlaksana tahun ini. Apakah nanti bisa jadi venue Porprov 2025, kami belum tahu. Intinya, kami upayakan terbangun untuk mendukung pembinaan olah raga," katanya.

Pembangunan sirkuit BMX menjadi kabar baik bagi komunitas balap sepeda di Kota Batu. Pasalnya Kota Batu telah menunjukkan prestasi membanggakan di berbagai ajang mulai tingkat daerah hingga internasional. 

Sementara itu, pelatih sepeda dan atlet downhill nasional, Hildan Afosma Katana berharap Pemkot Batu bisa merealisasikannya. Sebab sejauh ini, meski minim fasilitas, para pembalap asal Kota Batu mampu meraih prestasi hingga mengharumkan nama Kota Batu, bangsa, dan negara di kancah internasional.

"Pastinya, dengan adanya fasilitas yang lebih memadai, pembinaan atlet diharapkan semakin optimal dan mampu melahirkan lebih banyak talenta berbakat," kata Afos sapaanya.

Sejauh ini dengan tidak adanya fasilitas, bibit-bibit atlet balap sepeda Kota Batu berlatih ke Kota Malang tepatnya ke sirkuit Velodrome.

"Minimnya fasilitas membuat kami terpaksa harus berlatih ke luar daerah. Bagaimana lagi, kalau tidak begitu tentu bakal tertinggal jauh dengan daerah lain. Padahal potensi atlet Kota Batu sangat luar biasa," ujar peraih medali emas Sea Games 2013 ini.

Afos mencontohkan beberapa atlet binaannya di klub sepeda miliknya Afos Katana Family (AKF) sering kali menjuarai kelas BMX di Indonesia tingkat umur. 

"Kemudian atlet Kota Batu seperti Fajar Abdul Rahman mampu menjadi yang terbaik kelas junior di Indonesia Downhill (IDH) 2025 serta Pandu Satria Perkasa yang mampu menjadi tercepat kelas junior downhill se-Asia, dan masih banyak atlet Kota Batu yang memperkuat tim-tim besar di Indonesia," tuturnya.