Poros Pemuda Indonesia Suarakan Iklim Kondusif di Jatim Jelang Pemilu
- Istimewa
Malang, VIVA – Ketua Umum Poros Pemuda Indonesia (PPI) Muhlis Ali berharap semua pihak untuk menjaga kondusifitas jelang Pemilihan Umum 14 Februari 2024 mendatang. Saat ini kondisi sosial politik di Jawa Timur relatif stabil dan tak ada gejolak.
Jawa Timur sendiri dianggap sebagai wilayah pertempuran yang menjadi penentu kemenangan Pilpres 2024. Bahkan dalam satu pekan terakhir hampir Capres maupun Cawapres melakukan kampanye di wilayah Jawa Timur.
"Sebagai barometer politik nasional, Jawa Timur menjadi sorotan utama dalam pesta demokrasi kali ini. Saya bersyukur suasananya kondusif, Kamtibmasnya terjaga dengan baik, kampanye dan pengumpulan massa dengan jumlah besar juga relatif aman dan damai. Saya mengapresiasi kerja keras Kapolda Jatim," kata Muhlis, Kamis, 1 Februari 2024.
Muhlis mengatakan, semua pihak diharapkan mampu menunjukkan kedewasaan berpolitik, sehingga ikatan kohesi sosial masyarakat tidak terganggu. Dia menyebut peran kunci Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Imam Sugianto karena berhasil mencatatkan dirinya sebagai salah satu tokoh utama dalam menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat Jawa Timur.
Dia berharap, Irjen Pol Imam Sugianto terus membawa Polri di Jatim untuk terus menjaga netralitas. Termasuk, memberi perlakuan yang sama terhadap kontestan Pemilu, sehingga proses demokrasi berjalan dengan adil dan transparan.
"Sejauh ini Kapolda berhasil membangun sinergitas antara masyarakat dan TNI. Kerja sama yang erat antara TNI-Polri menjadi landasan kuat dalam menjaga keamanan selama periode Pemilu. Kedua lembaga tersebut berkolaborasi dengan baik dalam menghadapi potensi konflik dan memastikan situasi tetap kondusif," ujar Muhlis.
Muhlis menilai Irjen Pol Imam Sugianto sebagai putra asli Malang Jawa Timur, dianggap mampu mengenali nilai-nilai dan tradisi Jawa Timur dengan baik. Menurutnya, keberhasilan Kapolda tidak hanya terletak pada aspek keamanan, namun juga pada pemahamannya terhadap karakteristik masyarakat Jawa Timur.
"Pak Imam bisa dengan luwes menjalin komunikasi yang efektif dengan para tokoh masyarakat Jawa Timur. Hal ini memberikan rasa kepercayaan dan kedekatan antara kepolisian dan masyarakat sehingga menciptakan kebersamaan yang esensial dalam menjaga Kamtibmas," tutur mantan Ketua PB HMI.
Muhlis berharap kedamaian dan keharmonisan antar anak bangsa tetap terjaga. Karena itu dia meminta Polri dan TNI melakukan deteksi dini dan pendekatan persuasif agar tidak ada gejolak berarti menjelang Pemilu.
"Keberhasilan para pemimpin di level daerah dalam menjaga keamanan dan kualitas demokrasi menjadi cerminan positif bagi upaya memperkuat fondasi demokrasi di Indonesia," kata Muhlis.