KPU Jombang Tetapkan 1 Juta Lebih Pemilih dalam Pemilu 2024

Kantor KPU Jombang
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Pada perhelatan pemilihan umum (Pemilu) 2024 nanti, sedikitnya ada 1.011.402 atau 1 juta pemilih di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. 

Polres Batu Dalami Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di Salah Satu Ponpes

Mereka bisa menyalurkan suaranya dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. Sebab, telah ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT) oleh KPU Kabupaten Jombang.

Divisi Perencanaan dan data KPU Jombang, Abdul Wadud Burhan Abadi menjelaskan, pada rapat pleno yang dilakukan oleh KPU, beberapa waktu lalu, KPU telah menetapkan DPT, dengan jumlah total DPT Pemilu 2024 sebanyak 1.011.402 pemilih.

Cak Nur dan Mas Heli Bakal Dilantik Presiden RI pada 6 Februari 2025

"Dengan rincian, 506.944 pemilih laki-laki dan 504.458 pemilih perempuan. Dan juga ada 3.838 pemilih masuk kategori tidak memenuhi syarat (TMS)," katanya, Sabtu 1 Juli 2023.

Jumlah pemilih ini, tersebar di 306 Desa atau Kelurahan, yang berada di 21 kecamatan di Kabupaten Jombang. Mereka akan menyalurkan hak politiknya di hampir 4 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Tasyakuran, Bentuk Pemulihan PDI Perjuangan Kota Pasuruan Pasca Pemilu

"Ada sekitar 3.858 TPS reguler dan TPS lokasi khusus TPS lokasi khusus seperti di Pondok Pesantren dan Lembaga Pemasyarakat Kelas II B Kabupaten Jombang," ujarnya. 

Disisi lain ada lima item kategori TMS, yakni pemilih yang sudah meninggal dunia, pemilih ganda, dibawah umur atau belum genap usia 17 tahun dan alih status sebagai anggota TNI/Polri.

Dari beberapa kategori tersebut memang jumlah TMS terbanyak karena pemilih meninggal dunia dan pemilih ganda. Hal itu, disebabkan mobilisasi penduduk yang terjadi hampir puluhan setiap harinya. 

"Berdasarkan informasi dari Dispendukcapil mobilisasi penduduk yang masuk dan keluar sangat banyak. Misalnya si A warga Jombang pindah ke Mojokerto dan kemudian oleh KPU Mojokerto akan di update melalui Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih)," tuturnya.

"Itu ketika di udate maka Sidalih akan terdeteksi ganda dengan Jombang. Sebagai tindaklanjutnya kita koordinasi dengan KPU Mojokerto untuk mencoret yang di Jombang," ujar Burhan.

Pihaknya menegaskan, data pemilih memang terus berubah. Misalnya, dibandingkan data Data Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) jumlahnya menurun sekitar 2.257 dari jumlah DPSHP sebanyak 1.013.659. 

"Ya ada penurunan," katanya.

Burhan menjelaskan, pengolahan data hingga masuk ke tahap DPT sudah melalui tahapan cukup lama, mulai 14 Februari 2023 dengan melibatkan 3.045 orang. 

"Mulai dari mengolah data dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) dari Dukcapil dimutakhirkan oleh tim Rendata KPU Jombang secara intensif hingga pada hari ini bisa ditetapkan sebagai DPT untuk pemilu 2024," tuturnya.

Perlu diketahui berdasarkan sumber dari KPU Jatim, komposisi pemilih pemilu 2024, berjumlah total ada 31.402.838 pemilih. Dengan jumlah total pemilih laki-laki sebanyak 15.495.556 pemilih. Kemudian, pemilih perempuan sebanyak 15.907.282 pemilih. Dan pemilih generasi Z, sebanyak 6.386.685 pemilih.