Penanaman Jagung Serentak se-Jawa Timur Dipusatkan di Pesantren Tebuireng Jombang

Waka Polri saat menanam jagung di Jombang
Sumber :
  • VIVA Malang (Elok Aprianto/Jombang)

Jombang, VIVA – Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur bersama Kepolisian Republik Indonesia melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak se-Jawa Timur, yang merupakan bagian dari program strategis nasional bidang ketahanan pangan tahun 2025.

img_title Sengketa YPTT Turen, Para Pengurus Berharap Keadilan pada Polisi

Acara dipusatkan di lahan milik Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Jombang H. Warsubi (Abah Warsubi) dan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, yang mewakili Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Penanaman dilakukan secara simbolis oleh para tokoh, ulama pesantren, serta pejabat Forkopimda Jombang.

img_title Pengurukan Lahan BPP Perak Jombang Dimulai, Dishub Matangkan Relokasi Terminal Barang

Program ini melibatkan 264 pondok pesantren di Jawa Timur dengan total lahan pertanian yang dikelola mencapai 500 hektare. Pelaksanaan dilakukan secara hybrid, yaitu secara langsung dan virtual melalui jaringan komunikasi nasional.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melakukan kegiatan tanam serentak jagung dengan berkolaborasi bersama pondok pesantren. Di Jawa Timur ada kurang lebih 264 pesantren dengan luas tanah 500 hektare,” kata Dedi.

img_title 3 Pasar di Jombang Masih Sepi Pedagang, Bupati Belum Punya Langkah Kongkrit

Di lahan seluas 10 hektare milik Pesantren Tebuireng, penanaman dilakukan menggunakan alat tanam jagung modern oleh sejumlah tokoh.

Selain penanaman, Polri juga menyerahkan alat mesin pertanian (alsintan) secara simbolis kepada Pesantren Tebuireng, serta menyalurkan bantuan sosial (bansos) dan tali asih kepada masyarakat dan santri.

Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Ari Wibowo melaporkan bahwa total luas lahan yang dikelola Polda Jatim untuk mendukung program pangan nasional mencapai 209.587 hektare.

"Lahan Bekas Sawah: 143.442 ha, lahan perhutanan sosial: 49.432 ha, lahan produktif: 16.203 ha, lahan Pondok pesantren: 509 ha," ujarnya.

Ia menegaskan program ini merupakan bagian dari target penanaman jagung nasional kuartal III tahun 2025 seluas 200.000 hektare. 

"Target tersebut merupakan kelanjutan dari tanam jagung di 330.000 hektare lahan perhutanan sosial, dengan total target nasional sebesar 1 juta hektare hingga akhir 2025," tuturnya.

Perlu diketahui dengan program ini, pemerintah menargetkan produksi jagung nasional mencapai 4 juta ton atau meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan pelepasan rombongan pejabat menggunakan helikopter. Gerakan pangan dari Kota Santri ini diharapkan mampu menjadi kontribusi nyata pesantren dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia.