Viral Foto Polantas Jombang Diduga Pukul Remaja, Akademisi Minta Kapolres Bentuk Tim Independen

Oknum polisi diduga pukul pengendara di Jombang
Sumber :
  • Istimewa

Jombang, VIVA – Viral sebuah foto anggota polisi lalu lintas (polantas) di Jombang, Jawa Timur diduga melakukan pemukulan terhadap seorang remaja menuai sorotan tajam. 

img_title Isu BBM Tercampur Etanol, Polres Jombang Selidiki Kasus Motor Mogok Usai Isi Pertalite

Dugaan tindakan kekerasan polisi ini memantik reaksi dari kalangan akademisi.  Dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Ahmad Sholikin Rusli, mendesak Kapolres Jombang membentuk tim independen guna mengusut kasus tersebut secara transparan.

"Saya sudah menduga kasus ini akan berakhir damai, dengan alibi bahwa korban dan keluarga tidak mempersoalkan. Tapi karena ini melibatkan petugas, seharusnya tetap diproses," kata Sholikin, Selasa, 8 Juli 2025.

img_title Polres Jombang dan Serikat Pekerja Gelar Apel Akbar Kebangsaan Jaga Kamtibmas

Remaja berinisial MR (15), warga Kecamatan Tembelang, diduga mengalami pemukulan oleh oknum polantas pada Minggu, 6 Juli 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan penanganan kasus tersebut.

Sholikin menyatakan, dugaan pemukulan terhadap remaja di bawah umur oleh aparat bukanlah perkara yang bisa diselesaikan secara damai begitu saja. "Kalau rakyat biasa mungkin tidak dipersoalkan, tapi kalau ini pelakunya petugas, harus ada tindakan. Jangan hanya diam," ujarnya.

img_title Dua Residivis Curanmor Ditangkap Polisi di Jombang, Sebelum Jual Motor Curian ke Mojokerto

Lebih lanjut, ia menyoroti pernyataan dari pihak kepolisian yang menyebut korban mengalami kram usus. "Di rumah sakit itu ada pertanggungjawaban medis. Jadi harus dijelaskan secara transparan apakah benar kram usus atau ada luka akibat kekerasan fisik," tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan psikologis atau mental terhadap anggota yang bersangkutan. "Pimpinan Polres Jombang perlu memeriksa kejiwaan oknum tersebut, karena menyangkut perilaku aparat di lapangan," kata Sholikin.

Akademisi ini menilai pembentukan tim independen oleh Kapolres Jombang menjadi langkah penting untuk menjaga citra kepolisian. "Ini bukan soal mencari kambing hitam, tapi untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi," ujarnya.

Menurutnya, banyak masyarakat yang pasrah karena tidak paham hukum. Karena itu, perlu ada pembelaan dari pihak yang memahami aturan.

“Kalau tidak ada pembelaan dari orang yang paham hukum, masyarakat akan menganggap ini hal biasa. Padahal, bisa saja ada tekanan atau ancaman,” tuturnya.

Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Jombang Iptu Rita Puspitasari Rita membantah bila oknum anggota polantas telah melakukan pemukulan terhadap remaja yang melanggar lalu-lintas tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title