Jemaah Haji Jombang Mulai Berangkat ke Tanah Suci

Jemaah haji kloter 18 berangkat dari Pendopo Jombang
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Sebanyak 1.037 jemaah haji asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai diberangkatkan ke tanah suci melalui asrama haji Surabaya, pada Selasa 6 Mei 2025.

img_title Pengurukan Lahan BPP Perak Jombang Dimulai, Dishub Matangkan Relokasi Terminal Barang

Pemberangkatan jemaah haji yang berangkat hari ini dari Pendopo Kabupaten Jombang, terbagi dalam 2, kelompok terbang (kloter), yakni kloter 18, 19.

Kepala Kemenag Jombang, Muhajir menjelaskan, jumlah jemaah haji dari Kabupaten Jombang, yang berangkat tahun 2025 ini ke tanah suci ada 1.037 jemaah.

img_title 3 Pasar di Jombang Masih Sepi Pedagang, Bupati Belum Punya Langkah Kongkrit

"Kalau kita lihat dari sisi usia memang, ada jumlah yang sedikit berbeda, jadi usia 85 sampai 90 itu ada 11 orang, kemudian usia 71 sampai 84 tahun itu ada 43 orang," kata Muhajir.

"Usia 61 sampai 70 tahun itu ada 89 orang, usia 51 sampai 60 tahun itu ada 176 orang, dan usia 18 sampai 50 tahun itu ada 718 orang, ini kondisi usia jamaah haji Kabupaten Jombang tahun 2025," ujar Muhajir.

img_title Diterjang Hujan dan Angin, Bangunan Pagar SDN di Jombang Ambruk

Pihaknya pun menegaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan tim khusus yang nantinya akan mendampingi jamaah sampai di Saudi Arabia.

"Petugas kloter sudah di bimtek, terkait bagaimana mereka harus mendampingi jamaah haji kita termasuk yang lansia (lanjut usia) tersebut," tuturnya.

Dengan itu, pihaknya memastikan bahwa jamaah haji yang lansia nantinya akan terus didampingi oleh petugas haji yang disediakan pemerintah di Saudi Arabia.

"Makanya kita sampaikan, Insya Allah jemaah haji yang lansia akan ada perhatian khusus, karena tag line kita adalah jamaah haji ramah lansia,' katanya.

"Jadi selain ada pendamping kloter, pemerintah juga sudah menyiapkan tim khusus yang nantinya akan mendampingi para jamaah haji di sana, mulai dari di Makkah, Madinah, Arofah, Musdalifah, Mina, khusus nanti di Musdalifah nanti jamaah yang lansia yang berisko tinggi, pengguna kursi roda, dan penyandang difabel, nanti akan ada skema murur," ujarnya.

Sementara itu, Nas Mudrikah (65) jamaah haji kloter 18 asal Desa Bandarkedungmulyo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, berharap nanti bisa menjadi haji mabrur setelah pulang dari tanah suci.

Meski, sebelum berangkat ke tanah suci, ia sempat mengalami kecelakaan, sehingga ia harus menggunakan kursi roda dan tongkat selama mengikuti proses haji.

"Ini menggunakan tongkat sama kursi roda, habis kecelakaan, terus operasi kaki saya yang kanan di pen ada 4, yang kiri juga sama jadi ada 8 pen di kaki," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title