Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 2023 Kota Batu Lampaui Target Nasional
- VIVA Malang (Galih Rakasiwi)
“Kami ingin terus berupaya meningkatkan hasil IKLH lebih tinggi lagi dari rata-rata nasional. Harapannya, kualitas udara yang dihirup masyarakat tetap terjaga, bebas dari zat polutan,” ujarnya.
Untuk itu, DLH Kota Batu terus berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup melalui berbagai langkah konkret. Selama tahun 2023, sejumlah program unggulan telah dilaksanakan, di antaranya restorasi ekosistem, seperti pembersihan sungai dan penghijauan di sekitar sumber mata air.
"Pemantauan kualitas lingkungan, termasuk pengawasan sumber pencemar air dan uji mutu air secara berkala. Edukasi masyarakat, seperti sosialisasi Program Kampung Proklim (Program Kampung Iklim) untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan," katanya.
Kemudian, pengembangan infrastruktur, seperti pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik komunal berbasis konsep Ecoriparian. Lalu, konservasi lingkungan, termasuk pembuatan biopori dan distribusi bibit tanaman untuk penghijauan.
DLH juga fokus pada restorasi ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang menjadi sumber air bagi 17 kota/kabupaten di Jawa Timur. Desa Sumber Brantas di Kota Batu sebagai salah satu hulu DAS menjadi perhatian utama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Menjaga kelestarian DAS Brantas harus dilakukan bersama, tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga masyarakat. Pemahaman dan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan harus terus dilakukan, termasuk pengurangan penggunaan bahan kimia agar kualitas sumber air tetap terjaga,” katanya.
Kemudian, fokus restorasi ekosistem, pihak DLH memprioritaskan lima aspek utama dalam program restorasi ekosistem pertama, restorasi kelembagaan melalui penguatan kerja sama lintas sektor. Kedua, restorasi ekologi dengan penanaman pohon di area rawan longsor.