Ada Toko Beras SPHP, Pedagang Beras di Pasar Jombang Justru Cemas
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Keberadaan toko beras program stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP) di Pasar Tradisional di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berdampak pada penjualan beras para pedagang.
Hal ini dikarenakan harga beras SPHP di pasar dijual dengan harga Rp10.900 per kilogramnya. Sedangkan beras kualitas medium di pedagang dijual dengan harga Rp14.500 per kilogramnya.
Disparitas harga yang terlalu tinggi antara beras petani lokal dan beras impor yang didatangkan pemerintah dari luar negeri itu, membuat masyarakat lebih memilih mengkonsumsi beras SPHP.
Padahal secara kualitas beras SPHP yang diimpor pemerintah itu, dari segi rasa memang berbeda bila dibandingkan beras medium hasil petani lokal yang lebih enak.
Sukarma (50 tahun) pedagang beras di Pasar Pon Jombang mengatakan bahwa harga beras medium saat ini memang mengalami penurunan.
"Ada penurunan dikit lah. Biasanya jual antara harga Rp16.000, atau Rp15.500, sekarang udah jual harga Rp15.000," kata Sukarma, Selasa 5 Maret 2024.
Ia pun mengaku harga beras di penggilingan padi, dibeli dengan harga Rp14.000 per kilogramnya. Dan ia jual dalam karung seharga Rp14.500 per kilogramnya.
"Itu yang jenis medium, ya beras serang itu. Dari selep 14 ribu rupiah per kilogramnya. Jualnya kalau ngecer 15 ribu rupiah, kalau beli per sak, ya lain lagi harganya Rp14.500 per kilogramnya," ujarnya.
Saat ditanya tentang dampak adanya toko beras SPHP di pasar Pon, ia mengaku keberadaan toko beras milik pemerintah itu mempengaruhi penjualan beras di lapaknya.
Dikarenakan masyarakat atau konsumen lebih memilih beras dengan harga murah, karena beras medium masih belum terjangkau oleh konsumen.
"Orang itu kan nyari yang lebih murah. Ya berasnya pedagang gak laku, agak lambat jualnya," tuturnya.
Ia pun menyebut bila stok beras SPHP terlambat, barulah para konsumen membeli beras medium di lapak pedagang. Meskipun para konsumen memilih mengurangi pembelian beras medium.
"Kalau stok SPHP terlambat, baru orang mau beli ke pedagang. Itu juga gak seberapa paling ya 5 kilogram, 10 kilogram, ambilnya gak seberapa banyak," katanya.