3 Bulan, Ada 11 Kasus DBD di Jombang, 74 Persen Anak-anak

Pasien penderita DBD yang dirawat di RSUD Jombang.
Sumber :
  • VIVA Malang/Elok Apriyanto

Jombang, VIVA - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dilaporkan mengalami kenaikan sejak tiga bulan terakhir ini.

img_title Pemkab x Perumdam Tirta Kencana Jombang Sosialisasi Air Minum Aman untuk Generasi Indonesia Emas 2045

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, total kasus DBD hingga Januari tahun 2024 ini tercatat ada sebanyak 11 kasus yang tersebar di beberapa kecamatan.

Plt Kepala Dinkes Jombang, Saiful, mengungkapkan bahwa kasus-kasus DBD yang terjadi selama 3 bulan terakhir tersebut rata-rata usianya adalah anak-anak.

img_title Angka Kematian Akibat Stroke Tinggi, RSUD Jombang Tangani Ratusan Pasien Setiap Bulan

Dia menjelaskan bahwa kenaikan kasus DBD di Jombang ini dikarenakan pergantian musim, yakni dari musim kemarau ke musim penghujan.

"Selama 3 bulan terakhir itu ada kenaikan kasus DBD di Kabupaten Jombang. Dan yang kena itu, 74 persen usianya anak-anak," kata Saiful dalam keterangannya, Kamis, 11 Januari 2024.

img_title Sempat Hilang 15 Jam di Sungai, Bocah Asal Jombang Ditemukan Meninggal Dunia

Untuk menangani kenaikan kasus DBD ini, dia mengatakan pihaknya gencar melakukan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di masing-masing Puskemas.

"Kita juga melakukan peningkatan kapasitas petugas dalam tatalaksana, penanggulangan dan penanganan DBD di masing-masing Puskesmas," tuturnya.

Selain itu, pada November 2023 lalu, Saiful mengatakan Dinkes Kabupaten Jombang juga melakukan sosialisasi PSN dengan melibatkan Camat dan Puskesmas.

"Pada acara itu yang hadir seluruh kepala Puskesmas dan Camat di Kabupaten Jombang. Dalam hal ini, Camat merupakan panglima PSN dan petugas kesehatan ini intens mendampingi Camat melakukan PSN," kata Saiful.

Tak hanya itu, lanjut Plt Kepala Dinkes Jombang, setiap hari Jumat juga dilakukan kegiatan PSN di masing-masing Puskemas dengan dinakhodai oleh Camat langsung.

Disisi lain, Saiful juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak hanya melakukan PSN, namun juga mengubur wadah yang terdapat genangan air.

"Yang paling tepat itu tidak hanya membuang air yang ada di dalam wadah, tapi juga dikubur. Karena, dengan dikubur, telur nyamuk tidak akan bisa menetas," tuturnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Jombang Ma'murotus Saidah mengaku bila selama tiga bulan terakhir jumlah pasien yang masuk ke RSUD dengan keluhan infeksi virus dengue (IVD) mengalami kenaikan.

"Ada kenaikan yang signifikan sejak triwulan terakhir di tahun 2023, yakni Oktober. Sebelumnya, tidak ada kenaikan kasus, tapi Oktober sudah naik, pasien diatas 20," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title