Sampah di Jombang Tembus 530 Ton per Hari, Tapi Hanya 157 Ton Terolah
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Timbunan sampah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mencapai sekitar 530 ton per hari. Dari jumlah tersebut, hanya 157 ton yang berhasil dikelola, sementara sisanya menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, M Amin Kurniawan, mengatakan sebagian besar sampah di Jombang masih belum terkelola dengan baik. Kondisi ini hampir sama dengan tahun lalu, karena jumlah penduduk yang diperkirakan 1,4 juta jiwa tidak mengalami peningkatan signifikan.
“Jumlah timbulan sampah hampir sama dengan tahun lalu. Karena jumlah penduduk kita diestimasikan 1,4 juta jiwa dan tidak naik secara regresif,” katanya, Sabtu, 27 September 2025.
Amin menjelaskan, area landfill lama seluas 4 hektare di TPA Gedangkeret resmi ditutup sejak akhir 2024 karena sudah penuh. Penutupan ini juga menjadi bagian dari komitmen pembangunan TPA baru oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Landfill lama selain sudah penuh, juga ditutup sebagai bagian dari komitmen kami terhadap program pembangunan TPA dari Kementerian PUPR,” ujarnya.
Kini, pembuangan sampah dialihkan ke area baru seluas 4,5 hektare di sisi barat TPA lama. Di lokasi tersebut, petugas mengoperasikan alat berat setiap hari untuk mengurai tumpukan sampah yang terus berdatangan.
"Namun, dari total timbulan 530 ton per hari, sekitar 290 ton masih belum tertangani," tuturnya.
Ia menegaskan DLH Jombang terus berupaya menekan timbunan sampah Jombang dengan mendorong pengurangan sampah dari sumbernya.
"Upaya itu meliputi optimalisasi bank sampah, pemilahan sejak rumah tangga, hingga pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Tanpa partisipasi masyarakat, beban TPA akan semakin berat," kata Amin.