Lebaran Sudah Lewat, TPG dan THR Guru di Jombang Belum Cair

Ilustrasi THR
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Jombang, VIVA – Lebaran tahun 2025 sudah lewat, namun tunjangan Profesi Guru (TPG), dan tunjangan hari raya (THR) bagi guru di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, belum juga cair. 

img_title 3 Pasar di Jombang Masih Sepi Pedagang, Bupati Belum Punya Langkah Kongkrit

Padahal, pembayaran seharusnya dilakukan sejak Maret lalu bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Namun hingga September 2025, tunjangan tersebut belum juga turun.

Kepala SDN Jombatan 3 Jombang, Donny Erfantoro, membenarkan adanya keterlambatan pencairan. Menurutnya, sejak tahun 2023 TPG yang dikenal sebagai gaji ke-14 atau TPG THR selalu terlambat.

img_title Diterjang Hujan dan Angin, Bangunan Pagar SDN di Jombang Ambruk

“Betul, sampai saat ini belum cair. Informasinya sudah diusulkan ke pusat, kita tinggal menunggu,” kata Donny, yang juga menjabat Wakil Ketua PGRI Jombang, Kamis, 11 September 2025.

Donny mengungkapkan, saat ini banyak guru mengadu ke PGRI Jombang lantaran gaji ke-13 dan gaji ke-14 reguler sudah cair, namun TPG belum.

img_title Baveti Jombang Resmi Terbentuk, Siap Memasyarakatkan Olahraga Tenis di Kota Santri

"Bahkan, hingga saat ini TPG triwulan ketiga juga belum diterima," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang, M. Nashrullah, menjelaskan bahwa mulai 2025 mekanisme pembayaran TPG berubah. Jika sebelumnya melalui APBD, kini TPG dibayarkan langsung pemerintah pusat ke rekening masing-masing guru.

“Pemda hanya mencatat saja. Usulan sudah kami kirim ke Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu RI sejak Juni 2025,” tuturnya.

Terkait penyebab keterlambatan, Nashrullah mengaku belum mendapat penjelasan resmi. Ia hanya menyebut, setiap tahun pencairan TPG harus melewati proses validasi dan rekonsiliasi data penerima.

Hingga kini, ribuan guru di Kabupaten Jombang masih menanti kepastian pencairan TPG, gaji 13, dan THR dari pemerintah pusat. 

Kondisi ini membuat banyak tenaga pendidik khawatir, karena pencairan tunjangan profesi sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan mereka.