Aktivis Soroti Kasus Kemiskinan Lansia di Jombang, Minta Pemkab Bangunkan Rumah

Nenek Paimah saat berada di rumahnya
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Jombang, VIVA – Aktivis jaringan alumni santri Jombang (JASIJO), Aan Anshori, menyoroti potret kemiskinan yang masih dialami para lanjut usia (lansia) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

img_title Pengurukan Lahan BPP Perak Jombang Dimulai, Dishub Matangkan Relokasi Terminal Barang

Ia menilai pemerintah daerah perlu serius memperhatikan nasib ribuan lansia yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.

“Kawan-kawan, membaca kisah Bu Paimah, kok rasanya nelongso. Kabupaten ini memiliki uang hampir Rp3 triliun tiap tahun. Miris, ada orang di Jombang bernasib seperti beliau,” kata Aan Anshori dalam keterangannya, Jumat 5 September 2025.

img_title 3 Pasar di Jombang Masih Sepi Pedagang, Bupati Belum Punya Langkah Kongkrit

Aan menyebut, jumlah lansia di Jombang sangat besar. Berdasarkan data yang ia peroleh, penduduk berusia 65–69 tahun mencapai 51,69 ribu jiwa (3,76 persen), usia 70–74 tahun sebanyak 33,17 ribu jiwa (2,41 persen), dan warga berusia lebih dari 75 tahun mencapai 43,4 ribu jiwa (3,16 persen).

“Artinya, sangat banyak lansia di Jombang, dan kita tidak tahu bagaimana nasib mereka saat ini,” ujarnya.

img_title Diterjang Hujan dan Angin, Bangunan Pagar SDN di Jombang Ambruk

Di sisi lain, ia menilai kehidupan pejabat daerah sangat kontras dengan rakyat kecil. Bupati, wakil bupati, dan sekretariat daerah mendapat anggaran besar dari APBD 2025. 

“Bupati dalam kisaran Rp1 miliar, wakil bupati lebih dari Rp500 juta, dan Setda sekitar Rp2 miliar,” tuturnya.

Tak hanya itu, Aan juga mengkritik anggota DPRD Jombang yang dinilainya menikmati gaji dan tunjangan besar di tengah kesenjangan sosial.

“Mereka tidak hanya dzalim, tapi juga seharusnya malu mengaku sebagai pemimpin publik beragama Islam. Nabi Muhammad tidak seperti itu,” kata Aan.

Untuk itu, ia mendesak Pemkab Jombang membangun Rumah Lansia yang bisa diakses semua pihak, agar warga lanjut usia bisa hidup lebih layak.

"Program ini jauh lebih bermanfaat dibandingkan menghamburkan APBD untuk mengecat tugu Ringincontong atau membangun gapura," ujar Aan.

Seperti diberitakan sebelumnya, potret kemiskinan masih terasa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Terutama di wilayah Kecamatan Jombang, pusat kota santri.

Seorang nenek bernama Paimah (70), warga Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang Kota, harus bertahan hidup di sebuah rumah tak layak huni yang berdiri di sepadan jalan desa.

Dengan kondisi renta dan sudah tak kuat bekerja, Paimah hanya mengandalkan belas kasihan tetangga. Bahkan, demi mengisi perut, ia terkadang harus meminta-minta di jalanan Jombang.

Halaman Selanjutnya
img_title