Mojowarno Creative Fest 2025, Gerakan Pangan Murah di Jombang
- VIVA Malang (Elok Aprianto/Jombang)
Jombang, VIVA – Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggelar acara Mojowarno Creative Fest 2025 yang dirangkai dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional.
Kegiatan ini digelar untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus menekan laju inflasi dengan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Acara dipusatkan di Lapangan RSK Mojowarno depan Kantor Kecamatan Mojowarno dan dihadiri Wakil Bupati Jombang Salmanudin yang mewakili Bupati Warsubi. Hadir pula jajaran Forkopimda Jombang, kepala OPD, tokoh masyarakat, hingga pimpinan perusahaan.
Wakil Bupati Salmanudin menyampaikan bahwa program Gerakan Pangan Murah merupakan arahan langsung Presiden RI untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.
"Harapan kami, kegiatan ini bisa menekan laju inflasi serta menjaga harga pangan tetap stabil. Bahkan lebih baik lagi jika bisa langsung masuk ke desa agar masyarakat bawah dapat mengakses harga murah," katanya, Minggu 31 Agustus 2025.
Lebih lanjut, ia mengatakan dalam GPM Mojowarno, masyarakat dapat membeli sembako murah dengan harga terjangkau.
"Minyak Kelapa Mas (800 ml) Rp16.000, minyakita (1 liter) Rp15.000, gula pasir Rp15.500, beras SPHP Rp57.500, dan telur ayam (1 kg) Rp25.000," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sesuai arahan menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam memperluas GPM hingga tingkat kecamatan. Menurutnya, kecamatan adalah ujung tombak pemerintahan yang dekat dengan masyarakat.
"GPM menjadi langkah konkret pemerintah menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan, khususnya beras. Dari stok Bulog 4 juta ton, sebanyak 1,3 juta ton akan digelontorkan melalui beras SPHP," tuturnya.
Ia menambahkan, hingga akhir Desember 2025, rata-rata 7 ribu ton beras per hari akan disalurkan untuk menstabilkan harga di seluruh Indonesia.
Selain itu, pihaknya menyebut kegiatan GPM di Mojowarno juga dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Mentan Andi Amran menegaskan bahwa hingga kini Indonesia tidak impor beras dan justru berhasil ikut menekan harga pangan dunia.
"Gerakan Pangan Murah menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat," katanya.