4 Polisi Kritis, 13 Pos Polisi Alami Kerusakan di Kota Malang
- VIVA Malang/ Uki Rama
Malang, VIVA – Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono menyebut 4 anggotanya sedang kritis usai terlibat bentrokan dengan demonstran pada Jumat, 29 Agustus 2025 hingga Sabtu, 30 Agustus 2025 dini hari. Mereka mengalami luka di kepala hingga dislokasi pada anggota tubuh.
"4 orang luka. Satu kepala bocor, dua nyonyor, tiga sebelah kanan patah lengan karena lemparan dan sebelah kiri dislokasi kena hantaman kayu," kata Nanang, pada Sabtu, 30 Agustus 2025 kemarin.
Nanang menyebut bahwa ke empat personel polisi ini kini sedang dirawat di rumah sakit. Mereka harus mendapatkan perawatan intensif karena kritis saat mengamankan demo di Malang.
"Semua masih di rumah sakit. Kritis semua mereka," ujar Nanang.
Selain 4 personel mengalami luka-luka. 13 pos polisi mengalami pengerusakan. 3 diantaranya dibakar oleh massa. Untuk Polresta Malang Kota hanya mengalami kerusakan pada satu unit bus SIM Keliling dan vandalisme pada tembok depan.
"Dari 16 pos polisi ada 13 dirusak dan pecah kaca. Lalu 3 dibakar. Pagar (Mako Polresta Malang Kota) hanya dicoreti vandalisme sama banner aja dibakar. Kendaraan dinas gak ada yang rusak juga. Tidak mengganggu operasional," tutur Nanang.
Dampak dari bentrokan antara demonstran dengan polisi di depan Mako Polresta Malang Kota dan sejumlah titik. Sebanyak 61 orang ditangkap karena diduga terlibat dalam pengerusakan dan penyerangan polisi pada Jumat, 29 Agustus 2025 hingga Sabtu, 30 Agustus 2025 dini hari. 61 orang itu terdiri dari 40 orang dewasa dan 21 anak-anak. Untuk usia anak-anak segera dikembalikan ke orangtuanya.
"40 dewasa, yang anak anak sore ini lepas semua. Insya Allah yang tidak terlibat hari ini kita lepas semua, terutama anak anak. Anak anak sebelum sore hari (Sabtu) ini harus sudah keluar semua," kata Nanang.