Gubernur Jatim Tinjau Persiapan TKA SLTA di Pasuruan
- VIVA Malang (Hari Mujianto/Pasuruan)
Pasuruan, VIVA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di jenjang SLTA di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa, 29 Oktober 2025.
Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan segera TKA, asesmen terstandar baru yang dirancang untuk mengukur kemampuan dan pemahaman siswa, bagi jenjang SLTA di Jawa Timur.
TKA dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2025 dan hasilnya akan menjadi pertimbangan penting dalam seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
Khofifah mengungkapkan bahwa TKA untuk siswa SMA, SMK, SLB, dan Paket C (PKBM) akan diselenggarakan dalam dua gelombang pada tanggal 3, 4, 5, dan 6 November 2025. Sementara itu, TKA untuk jenjang SD dan SMP direncanakan baru akan dilaksanakan pada Maret 2026.
Saat meninjau persiapan TKA di SMAN 1 Pandaan, pada Selasa 28 Oktober 2025, Gubernur Khofifah menyebutkan bahwa total siswa kelas XII di Jawa Timur yang terdaftar sebagai peserta TKA mencapai 390.186 orang.
"Berbeda dengan Ujian Nasional (UN) yang bersifat penentu kelulusan, TKA bersifat opsional dan tidak menentukan kelulusan siswa," ungkap Khofifah.
Namun, asesmen ini bertujuan menjadi validator objektif terhadap capaian akademik murid, dan hasilnya akan menjadi pertimbangan utama, di samping nilai rapor, dalam proses seleksi SNBP.
Mata uji dalam TKA sendiri dibagi menjadi dua kategori, yakni mata uji wajib yang meliputi mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris untuk semua peserta.
Untuk mata uji pilihan meliputi mata pelajaran seperti Matematika (lanjutan), bahasa asing (Bahasa Arab, Bahasa Jepang, dll), Proyek Kreatif dan Kewirausahaan, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Fisika, Kimia, Biologi, Sejarah, PKN, dan Antropologi.
"Khusus siswa SMA/Madrasah Aliyah dan SMK wajib mengambil mata uji Proyek Kreatif dan Kewirausahaan dan satu mata uji pilihan bebas," tambahnya
Sementara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melaporkan bahwa kesiapan pelaksanaan TKA yang dikembangkan mirip dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), sudah mencapai tingkat yang matang di seluruh wilayah, termasuk penyiapan dan validasi infrastruktur.