Mensos : Sudah Ada 165 Sekolah Rakyat yang Kini Beroperasi

Mensos Saifullah Yusuf saat kunjungi SR 8 Jombang
Sumber :
  • Elok Apriyanto / Jombang

Malang, VIVA – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menguning sekolah rakyat (SR) terintegrasi 8 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu 11 Oktober 2025.

img_title Pengurukan Lahan BPP Perak Jombang Dimulai, Dishub Matangkan Relokasi Terminal Barang

Dalam kunjungannya itu Mensos mengungkapkan ada sekitar 165 titik SR yang kini sudah beroperasi dan melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa.

"Jadi sekolah rakyat itu ada yang beroperasi bulan Juli, tanggal 14 Juli diawali ada 63 titik, dan di bulan Agustus ada 37 titik dan di bulan September ada tambahan 60 titik, jadi per hari ini ada 165 titik beroperasi sekolah rakyat," kata Gus Ipul.

img_title 3 Pasar di Jombang Masih Sepi Pedagang, Bupati Belum Punya Langkah Kongkrit

Gus Ipul menyebut seperti SR terintegrasi 8 di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang ini para siswa siswi SRMP dan SRMA menempati gedung SKB sementara waktu.

"Seperti di sini ini gedungnya sementara, nanti akan menempati gedung permanen yang memang milik sekolah rakyat, yang bisa menampung 1000 siswa yang menampung siswa SD, SMP, dan SMA," ujar Gus Ipul.

img_title Diterjang Hujan dan Angin, Bangunan Pagar SDN di Jombang Ambruk

Gus Ipul menegaskan bahwa sistem pendidikan di SR ini layaknya asram di pondok pesantren, dimana siswa mendapatkan pendidikan selama 24 jam.

"Pendidikannya 24 jam, pagi pendidikan formalnya, seperti biasa dan setelah itu pendidikan karakter, diantaranya ada pembelajaran agama, sesuai dengan agama masing-masing," tuturnya.

Usai melakukan kunjungan dan memberikan arahan pada wali murid siswa siswi SR terintegrasi 8 Jombang, Mensos mengaku sangat senang, karena SR di Jombang sudah berjalan sesuai role model dari Kemensos.

"Saya senang bahwa sejak beroperasi, sekolah rakyat terintegrasi 8 di Jombang ini, telah melakukan suatu proses yang baik, suatu proses yang terukur, sehingga anak-anak ini tampak sudah mulai ada perubahan," kata Gus Ipul.

"Karena anak-anak ini kan datang dari berbagai latar belakang lingkungan dan kebiasaan, ini mereka beradaptasi, bulan-bulan pertama ini penuh tantangan dan dinamika, saat masuk bulan kedua, kondisinya akan lebih stabil, dan seterusnya akan membaik," ujar Gus Ipul.