Progres Revitalisasi SMP Negeri di Jombang Lambat, 4 SMP Baru Capai 50 Persen
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Proyek program revitalisasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur berjalan lambat.
Hingga awal Oktober 2025, baru 4 dari 8 sekolah yang masuk dalam program tersebut telah mencapai progres fisik sekitar 50 persen.
Kini 4 sekolah SMP Negeri itu mulai mengajukan pencairan anggaran termin kedua.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Indah Rochani, mengatakan empat sekolah tersebut antara lain SMPN 2 Wonosalam, SMPN 2 Jogoroto, SMPN 3 Mojoagung, dan SMPN Ngusikan.
“Empat sekolah itu progresnya sudah sekitar 50 persen dan sedang dalam proses pengajuan pencairan termin kedua atau 30 persen dari sisa anggaran. Sementara empat lainnya masih menunggu giliran, rata-rata juga mendekati 50 persen,” katanya, Rabu 8 Oktober 2025.
Menurut Indah, tim dari Kementerian Pendidikan telah turun langsung ke Jombang untuk melakukan evaluasi progres pembangunan di masing-masing sekolah, meski progres revitalisasi berjalan lambat.
“Pada prinsipnya, sekolah diminta mengejar target progres minimal 50 persen lebih dulu sebelum dilakukan pencairan tahap berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Jogoroto, Edy Purnomo, mengungkapkan bahwa pelaksanaan revitalisasi di sekolahnya bahkan telah mencapai 60 persen.
“Progres di SMPN 2 Jogoroto sudah sekitar 60 persen. Kami juga sudah mengikuti tiga kali bimbingan teknis (bimtek) di Jakarta dan kini tinggal menunggu pencairan selanjutnya,” tuturnya.
Edy menjelaskan, tiga perwakilan dari sekolahnya mengikuti Bimtek Revitalisasi SMP di Novotel Tangcity, Tangerang, yang berfokus pada pelatihan penggunaan perangkat Smartboard.
“Yang berangkat ada tiga orang, yaitu kepala sekolah, pengawas revitalisasi, dan satu guru IT. Guru tersebut mendapatkan pelatihan terkait penggunaan Smartboard,” kata Edy.
Menurut Edy, pelaksanaan bimtek dilakukan secara bertahap. "SMPN 2 Wonosalam menjadi peserta pertama, disusul SMPN 2 Jogoroto, SMPN 3 Mojoagung, dan terakhir SMPN Ngusikan yang dijadwalkan berangkat pekan depan," ujarnya.