SMA Double Track Jatim Bikin Siswa Langsung Dapat Cuan, Ini Buktinya
- VIVA Malang / Galih Rakasiwi
Batu, VIVA – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) terus mematangkan program Double Track yang menyasar lulusan SMA agar siap kerja maupun berwirausaha. Hal ini terlihat dari monitoring dan evaluasi (monev) di SMAN 2 Karangan, Trenggalek, Jumat, 12 September 2025 kemarin yang diikuti 12 SMA pelaksana program kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menyebut monev dilakukan untuk mengukur capaian program yang sudah berjalan setahun, sekaligus mengevaluasi kendala hingga pemasaran produk. Menurutnya, Double Track hadir sebagai solusi bagi lulusan SMA yang memilih bekerja atau berwirausaha tanpa melanjutkan kuliah.
“Keterampilan yang diajarkan tidak hanya untuk diserap industri, tapi juga menumbuhkan jiwa entrepreneurship. Misalnya tata boga, dengan modal kecil bisa buka usaha dari rumah dan bahkan merekrut orang lain,” kata Aries.
Sejak diluncurkan pada 2018, Double Track membekali siswa dengan keterampilan praktis seperti Multimedia, Tata Boga, Tata Busana, Teknik Kendaraan Ringan, hingga Kecantikan. Dalam monev kali ini, Aries juga sempat mencicipi produk siswa. Ia menilai hasilnya tidak kalah dengan produk profesional.
“Kualitas terjamin, cita rasa terbaik,” ujarnya bangga.
Kesuksesan program ini sudah terbukti. Salah satunya Andika Candra, alumni SMAN 1 Tugu Trenggalek, yang kini sukses membuka bengkel motor pribadi dengan omzet Rp1,8 juta per bulan.
Tak hanya individu, sekolah pun merasakan hasilnya. Kabid SMA Dindik Jatim, Suhartatik, memaparkan data transaksi usaha siswa yang cukup fantastis. SMAN 1 Karangan mencatat Rp52,196 juta dari kegiatan sekolah plus Rp27,385 juta dari Festival Ramadhan.
SMAN 1 Panggul meraih Rp 48 juta dari kegiatan sekolah dan Rp12,846 juta dari festival yang sama. Sementara SMAN 1 Tugu berhasil mencatat Rp27,248 juta, SMAN 1 Munjungan Rp25,5 juta, dan SMAN 2 Karangan Rp14,425 juta.
Aries menambahkan, keberhasilan Double Track juga berkat peran ITS yang menyiapkan kurikulum, melatih guru, hingga mendampingi sekolah. Sementara Dindik Jatim memastikan kebijakan, pembinaan, dan dukungan anggaran.
Ke depan, Double Track akan dikembangkan dengan digitalisasi pembelajaran dan pemasaran produk, diversifikasi keterampilan sesuai perkembangan zaman seperti animasi dan wirausaha digital, serta penguatan kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).