Progres Revitalisasi SMP Negeri Jombang Lambat, DPRD Soroti Transparansi Anggaran Rp12 Miliar
- Elok Apriyanto / Jombang
Jombang, VIVA – Progres proyek revitalisasi SMP Negeri di Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendapat sorotan tajam dari Komisi C DPRD Jombang.
Hingga awal September 2025, progres fisik pembangunan sekolah masih di bawah 50 persen sehingga belum memenuhi syarat untuk pengajuan pencairan dana termin kedua.
Proyek revitalisasi SMP Negeri di Jombang menggunakan mekanisme swakelola, di mana dana dikelola oleh bendahara sekolah dari ASN guru.
Komisi C DPRD menilai, mekanisme ini membutuhkan transparansi lebih ketat agar penggunaan anggaran Rp12 miliar benar-benar tepat sasaran.
“Komisi C meminta akses yang lebih terbuka terhadap laporan penggunaan dana, agar proyek ini benar-benar bermanfaat bagi siswa,” kata Saiful, anggota Komisi C DPRD Jombang, Sabtu 6 September 2025.
Ia menegaskan Komisi C mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang segera melakukan sosialisasi teknis terkait panduan progres minimal yang harus dicapai sekolah.
"Hal ini penting agar pengajuan termin kedua tidak terkendala administrasi," ujarnya, politikus PDI Perjuangan Jombang ini.
Selain itu, DPRD meminta dinas lebih mengintensifkan monitoring dan evaluasi di lapangan, serta memberikan asistensi kepada sekolah jika menemukan hambatan. Percepatan kerja dinilai krusial agar proyek revitalisasi tidak semakin molor.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Jombang, Dian Ayun Prastumi, menegaskan bahwa keterlambatan rehab SMP Negeri harus segera diselesaikan karena menyangkut kenyamanan belajar siswa.
“Ada empat poin penting. Pertama, pendidikan prioritas utama. Kedua, anggaran Rp12 miliar wajib transparan karena dana rakyat harus dipertanggungjawabkan. Ketiga, DPRD siap turun langsung mengawasi kualitas dan progres. Keempat, masyarakat, orang tua, serta komite sekolah perlu ikut mengawasi agar hasil pembangunan benar-benar bermanfaat,” tuturnya.
Ia menegaskan Komisi C DPRD Jombang berharap seluruh proyek revitalisasi SMP Negeri rampung pada November 2025. Dengan begitu, siswa-siswi di Jombang dapat menikmati fasilitas pendidikan yang layak untuk menunjang mutu belajar.
“Transparansi, percepatan, dan koordinasi intensif adalah kunci agar manfaat revitalisasi sekolah segera dirasakan siswa,” kata politikus Partai Demokrat Jombang ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, revitalisasi SMP negeri yang sudah berjalan sejak awal Agustus sampai awal September belum sampai 50 persen. Sebab belum ada pengajuan pencairan anggaran termin dua.