Gubernur Jatim Ingatkan Ancaman Gangguan Kesehatan Mental Bagi Anak

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Sumber :
  • VIVA Malang/ Uki Rama

Malang, VIVA – Gangguan kesehatan mental menjadi ancaman bagi anak-anak atau generasi muda Indonesia. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pun mengimbau orangtua agar peduli dengan kesehatan mental anak-anak. 

img_title Korban Puting Beliung di Malang Dapat Bantuan Material agar Rumah Bisa Ditempati

Khofifah menyebut orang awam tidak tahu tingkat skizofrenia atau gangguan psikologis seseorang. Perlu tindakan medis untuk mengetahuinya. Ada banyak faktor yang menyebabkan gangguan mental. 

"Kita tidak tahu tingkat skizofrenia atau gangguan psikologis seseorang. Tidak semua punya kesempatan untuk memeriksakan diri. Tapi kalau sudah tampak gejalanya, kita semua harus mencari solusi bersama,” kata Khofifah di depan wali murid baru MI Ma’arif di Singosari, Kabupaten Malang Sabtu, 9 Agustus 2025. 

img_title Reboisasi dan Susun Blueprint, Cara Pemkot Batu Cegah Krisis Air

Khofifah mengaku kaget saat mendengar bed rumah sakit jiwa milik Pemprov Jawa Timur telah penuh. Usut punya usut pasiennya merupakan korban judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol). Dia ingin orangtua lebih mengawasi anak-anaknya. 

"Bangunannya keren, layanannya modern. Saya kaget ketika dapat info, ini bednya penuh untuk korban-korban judol dan pinjol. Harus ada kehati-hatian bersama, manajemen keuangan yang baik. Jangan sampai tidak berpikir dampak dari apa yang dilakukan hari itu,” ujar Khofifah.

img_title Pencarian Ibu dan Anak di Malang yang Hilang Terseret Arus Sungai Glidik Terus Dilakukan

Disisi lain Khofifah mengapresiasi Yayasan Pendidikan Almarif, Singosari, Malang yang telah berperan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sosok pendiri yayasan, KH Masjkur juga telah diakui sebagai pahlawan nasional. Khofifah berharap nilai-nilai mulia dari pendiri yayasan menjadi penguat dalam pendidikan di Almarif Singosari. 

"Bagaimana perjuangan beliau, pengorbanannya, luar biasa. Penerus-penerusnya tentu akan menjaga agar pendidikan tidak hanya mengejar academic achievement, tapi juga membangun karakter, akhlak mulia, dan peradaban bangsa,” tutur Khofifah.