Dokter AY Laporkan Pasien QAR Atas Pencemaran Nama Baik
- VIVA Malang/ Uki Rama
Malang, VIVA – Kasus dugaan pelecehan seksual di Persada Hospital Malang oleh seorang dokter berinisial AY terus bergulir. Diketahui ternyata dokter AY melalui kuasa hukumnya Alwi Alu terlebih dahulu melaporkan QAR ke Polresta Malang Kota.
AY melaporkan QAR atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Laporan itu dilakukan pada 18 April 2025 kemarin. Sedangkan QAR juga melaporkan dokter AY di hari yang sama atas dugaan pelecehan seksual. Setelah AY melaporkan QAR. Pelaporan hanya berjarak beberapa jam saja.
"Terkait kasus berdasarakan keterangan Y akurasi kebenarannya 20 persen. 80 persen fitnah. 20 persen itu benar Q adalah pasien dokter Y. Terkait proses hukum semua masih berjalan dan AY berstatus saksi," kata Alwi, Jumat, 2 Mei 2025.
Alwi mengatakan, bahwa AY melaporkan QAR karena telah memposting wajah dari kliennya di media sosial. Hal ini lah yang melatarbelakangi laporan tindak pidana pencemaran nama baik di media sosial.
"Berdasarkan waktu yang melakukan pengaduan pertama kali adalah kita tanggal 18 April. Yang dilaporkan akun Q karena yang pertama memposting dan menuduh klien kami. Yang membuat lelah memposting secara jelas wajah klien kami. Sehingga kami laporkan tindak pidana pencemaran nama baik di media sosial," ujar Alwi.
Alwi sendiri membenarkan bahwa saat pemeriksaan QAR dokter AY tidak didampingi oleh perawat. Namun, kesaksian dokter AY ada seorang laki-laki di dalam ruang perawatan. Namun, Alwi tidak menjelaskan secara detail. Mereka mempersilahkan aparat berwajib memeriksa rekaman CCTV.
"Di dalam ruangan tidak ada perawat. Saat klien kami masuk ada seorang laki-laki. Tidak didampingi perawat betul tapi ada orang disana," tutur Alwi.
Kasus ini bermula saat QAR akhirnya berani bersuara lewat media sosial. Dia menjelaskan saat itu dia sakit sinusitis dan vertigo berat sehingga pergi ke IGD Persada Hospital. Disana dia di rontgen hingga diminta mencatat nomor rumah sakit yang ternyata nomor doktor berinisial AY yang memeriksa dirinya.
Dari sini dokter sering mengirim pesan pada QAR meski tidak direspon. Dugaan pelecehan terjadi saat AY sembari membawa stetoskop meminta QAR membuka baju hingga terbuka dengan dalih memeriksa jantung namun stetoskop ditempatkan pada Payudara sebelah kanan. Pasien mulai tidak nyaman saat sang dokter tampak bermain telpon seluler yang diduga merekam video hingga memfoto bagian tubuh QAR.