Mebiso X Dinas Koperasi dan UKM Jatim Ajak UMKM Untuk Bersaing di Era Digitalisasi
- istimewa
Malang, VIVA – Jumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia terus bertambah. Hal ini tentunya memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi nusantara.
Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM menyumbang lebih dari 61,9 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB) dengan jumlah 64,2 juta unit usaha. Serta, UMKM juga menyerap sebanyak 97 persen tenaga kerja.
Meski demikian, masih ada berbagai tantangan yang dihadapi oleh UMKM seperti persaingan dagang yang ketat. Sehingga, sederet pelaku bisnis ini harus memiliki pengetahuan untuk mengembangkan brand dan merek dagang yang kuat.
Strategi branding dan merek dagang yang efektif tidak hanya membantu UMKM membedakan diri mereka dari pesaing, tetapi juga memberikan manfaat yang signifikan dalam hal legalitas bisnis.
Tanpa perhatian yang memadai terhadap branding dan pendaftaran merek, UMKM berisiko kehilangan peluang untuk tumbuh dan berkembang akibat kurangnya akses ke pasar yang lebih luas, dan rendahnya kesadaran akan pentingnya branding dan merek dagang.
Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada UMKM mengenai pentingnya brand dan merek dagang untuk pertumbuhan bisnis mereka. Berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Mebiso ingin memberikan wawasan mendalam kepada UMKM tentang pentingnya brand dan merek dagang serta dampaknya jika tidak diperhatikan dengan baik.
Kegiatan tersebut bertajuk “Rahasia Jualan Makin Cuan : Strategi Praktis Amankan Merek Bisnis” yang digelar pada Rabu, 20 September 2023 di KUKM Space Jawa Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh 35 UMKM dari berbagai sektor.
“Kami berharap melalui peningkatan kesadaran ini, UMKM di Indonesia akan mampu mengoptimalkan potensi mereka, membangun identitas bisnis yang kuat, dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dalam perekonomian yang semakin kompetitif saat ini,” terang Kepala Diskop dan UKM Jawa TImur, Andromeda Qomariah.
Sementara itu, CEO Mebiso, Hesti Rosa menambahkan, BIT Corner merupakan kegiatan seminar yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan para pelaku UMKM dalam mempersiapkan bisnis mereka agar dapat bersaing dalam era percepatan informasi dan digitalisasi.
“Melalui program BIT Corner kami menyediakan kesempatan bagi UMKM untuk mendengarkan dan berinteraksi dengan para ahli dan praktisi yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Kami berharap para pelaku UMKM dapat mengoptimalkan potensi mereka dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat dalam era digitalisasi,” kata dia.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), sebanyak 5.877 pendaftaran merek ditolak sepanjang bulan Januari hingga Maret 2023. Ada beberapa faktor yang membuat pendaftaran merek ditolak.
Menjawab keresahan tersebut, Mebiso hadir untuk memudahkan pelaku usaha dalam melakukan pengecekan mereknya. Sebagai langkah awal sebelum mendaftarkan merek, pelaku usaha dapat melakukan pengecekan merek secara gratis melalui Fitur Check Similarities.
Saat melakukan pendaftaran merek, pelaku usaha ini umumnya melakukan pengecekan terlebih dahulu. Mereka harus betul-betul memastikan, apakah merek usahanya sudah terdaftar atau tidak. Hal ini memudahkan pelaku usaha untuk melakukan pendaftaran dan meminimalisir pengajuan pendaftaran mereknya ditolak.
Akan tetapi, pengecekan merek membutuhkan waktu yang cukup lama. Termasuk, perlu ketelitian dalam menelusuri merek serupa dan kemampuan mendalam untuk menganalisa potensi keberhasilannya. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha yang membuat mereka harap-harap cemas ketika mendaftarkan mereknya.
“Pengecekan merek hanya butuh waktu sebentar, tak lebih dari lima menit. Sehingga, pelaku usaha bisa mendaftarkan mereknya dengan segera. Platform ini mampu mengukur prosentase keberhasilan pendaftaran merek, menghindari persamaan nama merek, mengetahui rincian merek pembanding hingga menganalisa strategi pendaftaran merek,” terang dia.
“Proses pengecekan merek juga transparan, proteksi terotomatisasi dan mendapat dukungan dari praktisi. Sehingga, membantu melindungi originalitas merek dan kekuatan brand,” imbuh dia.
Dia berharap, melalui adanya kegiatan tersebut, pelaku usaha bisa mendaftarkan mereknya dan meminimalisir penolakan.
“Semoga bisa memberikan pencerahan dan manfaat bagi pelaku UMKM berkaitan dengan kesadaran merek. Sehingga, bisa melindungi merek usahanya agar tidak didaftarkan lebih dulu oleh orang lain,” pungkas dia.