Upaya Pemprov Jatim Jaga Stabilitas Harga Beras, Gelar Pasar Murah di Pasuruan

Gubernur Khofifah pantau langsung pasar murah di Pasuruan
Sumber :
  • Hari Mujianto / Pasuruan

Malang, VIVA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Pasuruan bersinergi menggelar pasar murah di Taman Kota Pasuruan untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung kegiatan tersebut pada Selasa, 19 Agustus 2025.

img_title Pabrik AQUA Keboncandi Dukung Pastikan Patuh Regulasi dan Jamin Produk Aman Berkelanjutan

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beras menjadi komoditas dengan kontribusi tertinggi. Oleh karena itu, ketersediaan stok dan kelancaran distribusi beras menjadi prioritas utama.

"Stok beras kita sangat aman. Namun, distribusi SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) harus terus dimaksimalkan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga mereka, terutama beras," kata Khofifah.

img_title Angin Puting Beliung Terjang, Tujuh Bangunan di Pasuruan Rusak

Gubernur juga menekankan pentingnya memastikan masyarakat bisa mengakses beras dengan kualitas dan harga yang sesuai. Ia menyoroti kondisi di mana masyarakat yang seharusnya bisa membeli beras medium malah hanya menemukan beras premium dengan harga yang lebih tinggi.

"Ini yang harus terus kita monitor, agar pemenuhan kebutuhan beras bukan hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga distribusi yang merata, lancar, dan mudah diakses. Maka dari itu, pasar murah ini menjadi salah satu solusi," katanya.

img_title Khofifah Ajak Pemuda Jatim Wujudkan Generasi Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Khofifah menyebutkan bahwa logistik beras kini bisa diakses di semua jenis pasar, baik tradisional maupun modern. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, termasuk kolaborasi dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diluncurkan oleh Polri.

Kehadiran Koperasi Merah Putih (KMP) juga dinilai sangat membantu. Distribusi beras dari Bulog ke KMP berjalan lancar, sehingga masyarakat memiliki pilihan antara beras medium SPHP atau beras premium. 

"Kita harus memastikan stoknya aman, distribusinya juga aman," kata Khofifah.

Kehadiran pasar murah ini membawa berkah bagi warga, salah satunya adalah Slamet Supriyadi (63), warga Kelurahan Bugul Kidul. Awalnya ia berencana membeli 5 kilogram beras, namun karena termasuk kategori lansia, ia berhak mendapatkan bantuan beras gratis.

"Tadinya saya mau beli beras 5 kg, tapi katanya saya termasuk lansia makanya dapat beras gratis," kata Slamet dengan haru.