Qrupi Diklaim Aman Jadi Sistem Transformasi Digital Pertama Pendidikan Indonesia

Launching QR untuk Pelajar Indonesia (qrupi).
Sumber :
  • Ist / VIVA Malang

"Dengan adanya qrupi akan membentuk karakter, membentuk disiplin hingga membentuk satu sistem yang dapat menyelesaikan big problem, sehingga ini akan menjadi salah satu instrumen yang menjadi standarisasi sekolah untuk pengembangan muridnya dan membantu motivasi kinerja guru, bahkan ini menjadi sistem triangle antara guru, siswa dan orang tua, jika ketiga ini terkoneksi akan meningkatkan kemampuan kualitas pendidikan kita," ujar Ary.

"Jadi kunci kualitas pendidikan kita bisa meningkat karena adanya qrupi, karena qrupi menyelesaikan akar permasalahan yang ada di bawah, salah satu akar permasalahannya kan masih terdapat siswa yang bolos sekolah, tapi kalau ada monitoring apakah dia akan bolos?. Kemudian orang tua sering komplain ke sekolah mengenai kualitas proses belajar mengajar, tapi kalau ada qrupi mereka tidak akan komplain dan guru yang sebelumnya merasa memiliki beban kerja berat, tapi dengan adanya qrupi dia akan lebih mudah, sehingga ini akan menjadi domino efek," tambahnya. 

Ary juga menjamin keamanan aplikasi. Sebab, penggunaan Qrupi ini tidak menggunakan NIK atau nomor identitas apapun, telebih dalam penyimpanan data base telah menggunakan Amazon Web Services (AWS).

"Kita menggunakan iCloud AWS, tapi servernya berada di Indonesia dengan sistem keamanannya berlapis yang bersertifikasi ISO 2007 untuk perlindungan data konsumen, sekaligus kita juga telah mendapatkan Hak kekayaan intelektual (HaKI) dimana perusahaan ini teregistrasi di Indonesia, bahkan sistem yang kita pakai ini bukannya sistem yang baru dipakai di Indonesia, namun sudah dilakukan oleh Jepang, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya," tutur Ary.  

"Data yang kita gunakan bukan NIK atau data pribadi siswa maupun guru, melainkan hanya enam elemen yang diperlukan untuk menggunakan qrupi, seperti nama sekolah, logo sekolah, nama guru dan emailnya tanpa kita meminta passwordnya, serta nama siswa dan kelasnya. Dari komponen tersebut kira-kira apa yang membahayakan, karena kita menghindari hal yang tidak kita inginkan kedepannya, dan kita bisa menjalankan ini tanpa menggunakan data NIK," tambahnya.

Sementara itu, Komisaris Jaxer Soemitra Nusantara M Faizal Abdullah menegaskan, bahwa aplikasi yang dibuat oleh pihaknya ini ditujukan untuk makin memudahkan tugas guru.

"Salah satu tujuan apps ini untuk memudahkan guru-guru ini karena banyak beban kerja di luar tugas mengajar. Selama ini kan banyak terbuang waktu ngurus dokumen. Ini nanti mempercepat urusan administrasi. Bermanfaat juga untuk siswa dan orang tua siswa sehingga bisa maksimal ke depan," tuturnya.