Dalami Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Mamin, Kejaksaan Jombang Periksa 5 Anggota Satpol PP

Kajari Jombang, Agus Chandra.
Sumber :
  • VIVA Malang (Elok Apriyanto/Jombang)

Jombang, VIVA – Dalami kasus dugaan korupsi pada penggunaan anggaran makanan dan minuman (Mamin) di Satpol PP Jombang, Jawa Timur, Kejaksaan Jombang periksa sejumlah anggota penegak perda.

Sedikitnya ada 5 orang anggota Satpol PP Jombang, yang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan. Termasuk kepala Satpol PP Jombang, Thonsom Pranggono juga menjadi salah orang yang diperiksa penyidik.

Kajari Jombang, Agus Chandra melalui Kasi Intel Kejari Jombang, Trian Yudi Dharsa, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap sejumlah anggota penegak perda itu.

"Pemeriksaan sudah berlangsung beberapa waktu yang lalu. Ada sekitar 5 orang, termasuk kepala Satpol PP, dan beberapa orang yang terkait dengan proses penganggaran itu, kita periksa di Kejaksaan," kata Trian, Minggu, 1 September 2024.

Ia pun menegaskan, beberapa orang yang diperiksa penyidik ini, antara lain, pejabat pembuat komitmen (PPK) di Satpol PP, penyedia barang dan juga ada pihak lain.

"Pihak-pihak ini kita mintai keterangan seperti Kepala Satpol PP, PPK nya dan semua yang terkait kita periksa," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bila pengembalian uang yang dilakukan Satpol PP pada khas negara ini juga menjadi salah satu alat bukti bahwa ada dugaan korupsi di pengadaan mamin yang masuk dianggaran tahun 2023 itu.

"Salah satu alat bukti yang kami terima jumlahnya segitu, Rp90 juta rupiah dan kemungkinan bisa bertambah jadi nanti tunggu saja, kalau penyelidikan itu masih panjang prosesnya," tuturnya.

Meski ada pengembalian uang negara, Trian mengaku bahwa hal itu tidak mempengaruhi proses penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan.

"Ini mengacu pada Undang-Undang Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pada Pasal 4 Undang- Undang PTPK tersebut secara jelas mengatur bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana korupsi," katanya.

"Artinya soal pengembalian itu, tidak menggugurkan tindak pidana yang terjadi. Untuk kesimpulannya nanti setelah kami rapat terkait perkembangan penyelidikan yang akan kami tuangkan dalam berita acara perkembangan penyelidikan," ujarnya.

Perlu diketahui, anggaran belanja makanan dan minuman (mamin) tahun 2023 pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jombang, Jawa Timur nilainya cukup besar hingga mencapai Rp1 miliar lebih.

Uang itu diproyeksikan untuk makanan dan minuman rapat, serta dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Selain itu anggaran tersebut juga untuk mamin anggota Satpol PP. 

Namun, pada kenyataannya, setiap anggota Satpol PP Kabupaten Jombang, mendapatkan uang mamin sebesar Rp10 ribu per hari. Uang itu hanya untuk membeli satu botol air mineral kemasan.

"Hanya dapat air mineral saja setiap hari, satu botol. Tanpa snack atau semacamnya," kata, Jupiter (bukan nama sebenarnya) salah satu anggota Satpol PP Jombang, Minggu, 17 Maret 2024.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Jombang, Thonsom Pragono tidak menampik jika setiap anggota mendapatkan uang mamin sebesar Rp10 ribu. 

"Semua anggota (Satpol PP) dapat jatah uang makan setiap hari Rp 10 ribu," ujarnya Thonsom.

Ia menyebut total keseluruhan anggota Satpol PP Kabupaten Jombang saat ini, menurutnya ada sekitar kurang lebih 104 orang. 

Dari data yang tertera di website Sirup LKPP anggaran belanja mamin di lingkup Satpol PP Kabupaten Jombang tahun 2023, dengan pagu sebesar Rp1 miliar untuk 13 paket pengadaan mamin. 

Salah satunya, paket belanja penambah daya tahan tubuh dengan dengan kode RUP 44202567 sebesar Rp222.200.000 yang dilakukan secara e-purchasing. 

"Harus lihat dulu dibagian keuangan, yang dimaksud anggaran (mamin) yang mana. Itemnya yang mana, kita cek dulu rinciannya," tuturnya.